
Fokus Berita – Aksi iklim global telah gagal hentikan deforestasi

Kawanan babon tampak berjalan di sebuah jalan di hutan yang berada di Nakuru, Kenya, pada 28 April 2012. (Xinhua/Ding Haitao)
Target pengurangan gas rumah kaca yang diajukan oleh beberapa negara pada tahun 2017 hingga 2021 gagal mencapai tujuan ambisius dalam menghentikan dan memulihkan hilangnya hutan pada 2030.
Nairobi, Kenya (Xinhua) – Kegagalan dalam menerapkan upaya untuk menghentikan deforestasi sebagai inti dari respons iklim global dapat memperlambat transisi menuju masa depan yang hijau, tangguh, dan sejahtera bagi umat manusia, seperti disampaikan Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Environment Programme/UNEP) dalam sebuah laporan terbarunya yang dirilis pada Senin (10/6).Laporan tersebut, yang berjudul ‘Meningkatkan Ambisi, Mempercepat Aksi: Menuju Peningkatan Komitmen Kontribusi Nasional untuk Hutan’ (Raising Ambition, Accelerating Action: Towards Enhanced Nationally Determined Contributions for Forests), mengamati bahwa banyak negara tidak dapat mencapai target 2030 untuk menghentikan deforestasi. Ini merupakan kondisi yang dapat memperburuk krisis iklim, kemiskinan, kelaparan, dan hilangnya keanekaragaman hayati.Dirilis menjelang pertemuan perubahan iklim global di Bonn, Jerman, laporan tersebut menyatakan bahwa target pengurangan gas rumah kaca yang diajukan oleh beberapa negara pada tahun 2017 hingga 2021 gagal mencapai tujuan ambisius dalam menghentikan dan memulihkan hilangnya hutan pada 2030.Laporan itu menekankan bahwa hutan merupakan kunci dalam mengatur iklim, udara, dan kualitas air, menyerap gas-gas yang menyebabkan pemanasan Bumi, serta menjadi rumah bagi spesies penyerbuk, sementara perusakan hutan dapat mengancam agenda keberlanjutan global.
Foto dari udara yang diabadikan pada 29 Mei 2023 ini menunjukkan pemandangan hutan dan perkebunan teh di Cianten, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. (Xinhua/Veri Sanovri)
Sejumlah personel jagawana berpatroli di area Bawangling di Taman Nasional Hutan Hujan Tropis Hainan di Provinsi Hainan, China selatan, pada 18 Oktober 2023. (Xinhua/Zhang Liyun)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Veto berdarah Washington untuk Gaza
Indonesia
•
23 Feb 2024

Kremlin: Masih terlalu dini untuk bahas pangkalan militer Rusia di Suriah
Indonesia
•
10 Dec 2024

Lebih dari 10 juta jamaah tunaikan umroh selama pandemik
Indonesia
•
25 Mar 2021

Saudi buka pintu wisatawan dunia sebelum akhir 2019
Indonesia
•
13 Sep 2019


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
