
66 taksa tumbuhan baru ditemukan di China pada 2023

Foto kombinasi tak bertanggal ini menunjukkan tumbuhan-tumbuhan liar di Cagar Alam Nasional Gunung Gaoligong di Provinsi Yunnan, China barat daya. (Xinhua/Cagar Alam Nasional Gunung Gaoligong)
Taksa tumbuhan baru yang ditemukan di China pada 2023 mencapai 66, dengan 12 di antaranya merupakan lycophyta dan pakis, sedangkan 54 lainnya adalah tumbuhan berbiji.
Kunming, China (Xinhua) – Sebanyak 66 taksa tumbuhan baru ditemukan pada 2023, demikian menurut Pusat Sumber Daya Plasma Nutfah Tumbuhan Liar Nasional (National Wild Plant Germplasm Resource Center) China pada Rabu (3/1).Dari total spesies yang baru ditemukan itu, 12 di antaranya merupakan lycophyta dan pakis, sedangkan 54 lainnya adalah tumbuhan berbiji. Jumlah spesies dalam famili Orchidaceae dan Primulaceae menyumbang sepertiga dari spesies baru itu, kata pusat tersebut.Lebih dari separuh spesies baru tersebut ditemukan di Provinsi Yunnan di China barat daya serta Provinsi Hubei di China tengah, imbuhnya.Menurut pusat tersebut, pihaknya telah mengumpulkan dan melestarikan beberapa spesies itu, serta akan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai teknik pelestarian dan perluasan spesies plasma nutfah seperti taksa langka, guna memperluas pelestarian spesies plasma nutfah tumbuhan liar di China dan mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati China.Didirikan pada 2017, Pusat Sumber Daya Plasma Nutfah Tumbuhan Liar Nasional China dibangun dan dioperasikan oleh Institut Botani Kunming (Kunming Institute of Botany) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 - LIPI uji klinis imunomodulator herbal
Indonesia
•
18 Aug 2020

‘Bahan kimia abadi’ terdeteksi di dalam darah lebih dari 85 persen warga Australia
Indonesia
•
28 May 2025

Peneliti China temukan sejumlah spesies jamur baru di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet
Indonesia
•
14 Mar 2025

Peneliti ungkap batuan dari benua tertua di Bumi
Indonesia
•
29 Jan 2020


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
