Taiwan mulai uji coba obat kanker pada manusia tahun depan

Taiwan mulai uji coba obat kanker pada manusia tahun depan
Ilustrasi. (Testalize.me on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Obat kanker baru yang sedang dikembangkan oleh Institut Penelitian Kesehatan Nasional (NHRI) Taiwan akan diuji pada manusia pada tahun 2022 setelah memperoleh hasil yang baik dalam mengobati delapan jenis kanker pada hewan,

Hsieh Hsing-pang seorang peneliti di Institut Penelitian Bioteknologi dan Farmasi (IBPR) NHRI, mengatakan pada acara pers, Senin, bahwa 40 pasien kanker stadium akhir yang belum tertolong oleh pengobatan yang tersedia tetapi masih dalam kondisi fisik yang layak, akan direkrut untuk uji klinis tahap pertama pada tahun 2022.

Menurut Hsieh, obat baru, yang dikenal sebagai DBPR144, adalah molekul kecil, penghambat kinase multi-target. Kinase adalah enzim yang mengontrol fungsi sel penting, dan dapat aktif dalam pertumbuhan beberapa jenis sel kanker.

Delapan jenis kanker yang berhasil dilawan melalui penelitian in vivo pada hewan adalah kanker pankreas, mulut, lambung, dan hati serta leukemia myeloid akut dan kanker kandung kemih, prostat, dan kolorektal (usus besar), kata Hsieh.

“Karena sangat efektif pada kanker yang berhubungan dengan gastroenterologi (sistem pencernaan), kami kemungkinan pertama akan menargetkan pasien dengan kanker pankreas, hati, kandung kemih, dan lambung dalam uji klinis awal,” katanya.

Obat multi-target, yang membidik beberapa target daripada obat yang lebih umum yang hanya membidik satu zat biologis, lebih efektif menghambat proliferasi sel kanker dan mengatasi resistensi obat, terang Hsieh.

Selama uji coba tahap pertama, para relawan akan diberikan DBPR114 sepekan sekali untuk menentukan dosis obat baru yang aman, kata Hsieh.

Chen Chiu-heng, manajer umum Launxp Biomedical Co., yang akan bertanggung jawab untuk pembuatan obat tersebut, mengatakan bahwa pasien kanker dari Taiwan dan Australia akan direkrut untuk mengambil bagian dalam uji coba fase awal, yang akan memakan waktu dua tahun.

Uji coba Fase 2 dan Fase 3, yang masing-masing akan memakan waktu dua hingga tiga tahun, akan fokus pada kanker yang hasilnya menjanjikan diperoleh pada Fase 1. Setidaknya enam tahun akan diperlukan untuk menyelesaikan uji coba pada manusia, kata Chen.

“Agen multi-target baru ini adalah harapan baru kami untuk merawat pasien kanker,” kata Direktur IBPR Chang Jang-yang pada konferensi pers yang sama.

Kanker telah menjadi penyebab utama kematian di Taiwan selama 41 tahun, katanya.

Tingkat kelangsungan hidup lima tahun di antara pasien dengan jenis kanker utama tetap rendah, terutama tingkat kelangsungan hidup 5 persen untuk pasien kanker pancreas, ujar Chen.

Sumber: Kantor Berita CNA

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here