
Suriah tegaskan Dataran Tinggi Golan wilayahnya, perundingan dengan Israel digelar di Yordania

Foto yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada 6 Desember 2024 ini memperlihatkan pasukan Israel yang ditempatkan di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel. (Xinhua/IDF)
Damaskus, Suriah (Xinhua/Indonesia Window) – Delegasi senior Suriah dan Israel menggelar perundingan pada Ahad (23/8) di Yordania di bawah mediasi Amerika Serikat (AS), dengan fokus pada upaya meredakan ketegangan dan menghidupkan kembali negosiasi menuju kesepakatan keamanan, lapor kantor berita negara Suriah, SANA, yang mengutip seorang sumber diplomatik.
Delegasi tingkat tinggi Suriah dipimpin oleh Asaad al-Shaibani, selaku kepala urusan luar negeri, dan mencakup kepala-kepala badan intelijen umum dan intelijen militer, sedangkan Israel diwakili oleh delegasi senior, kata sumber tersebut.
Pertemuan yang digelar di Yordania itu merupakan bagian dari upaya untuk meredakan ketegangan menyusul serangan terbaru Israel terhadap wilayah Suriah dan meningkatnya ketegangan di Suriah selatan, serta untuk mendukung stabilitas di Suriah dan kawasan yang lebih luas.
Sumber itu menyebutkan bahwa perundingan berfokus pada pembentukan mekanisme praktis untuk menghentikan serangan, penangkapan, dan operasi penargetan yang dilakukan Israel serta menghidupkan kembali negosiasi dengan tujuan mencapai kesepakatan keamanan yang dapat menjadi landasan bagi kesepakatan yang lebih komprehensif di masa mendatang.
Delegasi Suriah menegaskan bahwa Suriah adalah negara berdaulat dan memiliki hak untuk membangun kembali serta mengembangkan angkatan bersenjata nasionalnya, serta menentukan aliansi dan kemitraan sesuai dengan kepentingan nasionalnya.
Damaskus tidak akan menerima pengaturan atau mekanisme apa pun yang membatasi hak-hak berdaulat tersebut, imbuh sumber.
Pihak Suriah juga kembali menegaskan posisinya bahwa Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel merupakan wilayah Suriah, seraya menyampaikan bahwa pembahasan mengenai status akhirnya dan jalan menuju penyelesaian masalah tersebut masih terlalu dini pada tahap saat ini.
Damaskus menyatakan bahwa prioritas langsungnya adalah penarikan pasukan Israel ke posisi-posisi yang ditempati sebelum 8 Desember 2024 serta pemulihan dan pelaksanaan penuh Perjanjian Pelepasan (Disengagement Agreement) 1974.
Perundingan tersebut juga membahas upaya untuk mempersempit perbedaan antara Turkiye dan Israel serta mencegah ketegangan antara kedua kekuatan regional tersebut meluas hingga ke wilayah Suriah, ungkap sumber diplomatik.
Pertemuan itu berfokus pada langkah-langkah praktis untuk meredakan ketegangan sekaligus menjajaki cara untuk kembali ke meja perundingan, dengan pihak Suriah menegaskan bahwa setiap pengaturan keamanan harus menghormati kedaulatan, integritas wilayah, dan hak-hak berdaulat Suriah.
Israel menyerang bandara militer Abu al-Duhur di Suriah barat laut pada 18 Agustus, seraya mengatakan bahwa Damaskus sedang bersiap mengizinkan pasukan Turkiye ditempatkan di bandara itu, sebuah klaim yang dibantah oleh Suriah dan Turkiye.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi izinkan anak usia 12-18 tahun untuk umroh
Indonesia
•
10 Aug 2021

1,2 juta warga Gaza hadapi tempat tinggal kritis hingga katastropik saat musim hujan
Indonesia
•
19 Sep 2026

Sidang kepemilikan senjata Hunter Biden dibuka, tarik perhatian nasional di tahun pemilu
Indonesia
•
04 Jun 2024

Pejabat Palestina sebut Trump berupaya jadikan "Dewan Perdamaian" alternatif PBB
Indonesia
•
09 Feb 2026


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
