
Iran ancam hentikan ekspor minyak jika “perang ekonomi” AS berlanjut

Foto yang diabadikan pada 1 Mei 2026 ini memperlihatkan pemandangan Teheran di Iran. (Xinhua)
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Seorang pejabat keamanan senior Iran pada Ahad (23/8) memperingatkan bahwa negaranya akan menganggap partisipasi atau dukungan negara mana pun dalam operasi ekonomi anti-Iran yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) sebagai "tindakan perang."
Dalam unggahan di media sosial, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan, "Jika perang ekonomi terus berlanjut, tidak ada setetes pun minyak akan diekspor, baik melalui Selat Hormuz maupun dari tempat lain di Teluk Persia. Iran akan menganggap keterlibatan atau dukungan negara mana pun dalam perang ekonomi AS terhadap rakyat Iran sebagai tindakan perang."
Pernyataan Rezaei tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas komentar baru-baru ini yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Dalam sebuah unggahan pada Rabu (19/8) di Truth Social, Trump mengumumkan "operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan" terhadap negara mana pun yang memberikan bantuan vital kepada Iran.
"Ini akan menjadi Perang Ekonomi dan Isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Trump, seraya menyebut langkah itu sebagai "ECONOMIC D-DAY."
Pada 18 Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang di kawasan tersebut di semua lini, termasuk Lebanon.
Berdasarkan MoU itu, kedua belah pihak dijadwalkan untuk mengadakan perundingan dalam jangka waktu 60 hari, yang berakhir pada 17 Agustus, guna mencapai kesepakatan akhir.
Namun, nasib perundingan tersebut masih belum jelas menyusul eskalasi ketegangan antara kedua negara yang kembali memanas pada bulan lalu.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia sebut tersangka serangan teror Moskow berencana kabur ke Kiev untuk terima imbalan
Indonesia
•
31 Mar 2024

Suriah peringatkan soal konsekuensi pascaserangan rudal Israel di Damaskus
Indonesia
•
16 Jul 2024

Fokus Berita – Pakar sebut kepentingan Turkiye dan Iran menyatu untuk atasi konflik Gaza
Indonesia
•
30 Nov 2023

Larangan masuk Rusia cakup lebih banyak pejabat Uni Eropa
Indonesia
•
09 Sep 2022


Berita Terbaru

Layang-layang dari Gaza bikin Israel geram, militer diperintahkan bertindak tegas
Indonesia
•
24 Aug 2026

50.000 orang turun ke jalan di Stockholm, tuntut Swedia lebih tegas hadapi perubahan iklim
Indonesia
•
24 Aug 2026

Suriah tegaskan Dataran Tinggi Golan wilayahnya, perundingan dengan Israel digelar di Yordania
Indonesia
•
24 Aug 2026

Dua warga Palestina tewas dalam sehari, PBB soroti kekerasan mematikan di Tepi Barat
Indonesia
•
23 Aug 2026
