PBB konfirmasi 48,8 derajat Celsius sebagai suhu tertinggi yang pernah tercatat di Eropa

Seorang anak laki-laki menyegarkan tubuhnya di bawah Air Mancur Barcaccia di Piazza di Spagna di Roma, Italia, pada 18 Juli 2023. (Xinhua/Jin Mamengni)

Suhu terpanas di Eropa tercatat 48,8 derajat Celsius di Pulau Sisilia, Italia, dua tahun lalu, saat benua tersebut sedang dilanda cuaca panas ekstrem.

 

Jenewa, Swiss (Xinhua) – Suhu 48,8 derajat Celsius yang pernah tercatat di Pulau Sisilia, Italia, dua tahun lalu merupakan suhu terpanas yang pernah tercatat di Eropa, kata badan cuaca Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (30/1).

Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) mengungkapkan bahwa suhu menyengat itu tercatat pada 11 Agustus 2021. Saat itu, Eropa sedang dilanda cuaca panas ekstrem.

Suhu tersebut melampaui rekor Eropa sebelumnya yaitu 48,0 derajat Celsius, yang tercatat di kota Athena dan Elefsina di Yunani pada 10 Juli 1977.

Suhu terpanas di Eropa
Sebuah termometer menunjukkan suhu 41 derajat Celsius di Roma, Italia, pada 18 Juli 2023. (Xinhua/Jin Mamengni)

“Ada kemungkinan bahwa fenomena cuaca yang lebih ekstrem lagi akan terjadi di Eropa di masa mendatang,” kata Randall Cerveny, rapporteur iklim dan cuaca ekstrem untuk WMO.

“Selain itu, investigasi ini menunjukkan kecenderungan yang mengkhawatirkan perihal catatan rekor suhu tinggi yang terus berlanjut di wilayah-wilayah tertentu di dunia,” kata Cerveny.

Evaluasi tersebut dipublikasikan dalam jurnal-jurnal penelaahan sejawat (peer-reviewed) dan disertakan dalam Arsip Cuaca dan Iklim Ekstrem, yang mengumpulkan catatan suhu tertinggi dan terendah di dunia, curah hujan, hujan es terparah, periode kemarau terlama, kecepatan angin maksimum, sambaran petir terpanjang, serta kematian yang berkaitan dengan cuaca.

Seorang pria menerjang banjir di Wilayah Tuscany, Italia, pada 3 November 2023. Banjir parah di Wilayah Tuscany menyebabkan sedikitnya lima orang tewas saat Badai Ciaran melanda Italia utara dan tengah, seperti dilansir media lokal pada 3 November 2023. (Str/Xinhua)

Badan cuaca dan iklim tersebut saat ini sedang melakukan berbagai investigasi lainnya, termasuk investigasi untuk mencari tahu apakah Topan Tropis Freddy tahun lalu memecahkan rekor sebagai topan tropis berdurasi terlama.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan