
Tim ilmuwan China temukan 46 danau subglasial di Antarktika

Foto dari udara yang diabadikan pada 6 Januari 2024 ini menunjukkan kapal riset pemecah es China, Xuelong 2, yang sedang melakukan ekspedisi ilmiah di Laut Amundsen. Para anggota tim ekspedisi Antarktika ke-40 China baru-baru ini melakukan penelitian ilmiah di atas kapal riset pemecah es China, Xuelong 2, di Laut Amundsen. (Xinhua/Chen Dongbin)
"Studi danau subglasial di Antarktika memiliki signifikansi yang penting untuk memahami dinamika lapisan es, proses sedimentasi, siklus geokimia subglasial, serta evolusi kehidupan."
Shanghai, China (Xinhua) – Menggunakan metode analisis yang inovatif, tim ilmuwan China baru-baru ini telah menemukan 46 danau subglasial di bawah lapisan es di Antarktika Timur.Antarktika diselimuti oleh lapisan es yang sangat luas dengan rata-rata ketebalannya mencapai lebih dari 2.400 meter. Di bawah lapisan es tersebut, terdapat beragam danau subglasial. Danau-danau itu terbentuk saat aliran es yang mencair mengalir di atas depresi pada batuan dasar di bawah lapisan es tersebut, menurut Tang Xueyuan, pemimpin kelompok penelitian dari Institut Penelitian Kutub China (Polar Research Institute of China/PRIC)."Studi danau subglasial di Antarktika memiliki signifikansi yang penting untuk memahami dinamika lapisan es, proses sedimentasi, siklus geokimia subglasial, serta evolusi kehidupan," tutur Tang.Para ilmuwan telah memperkenalkan metode baru yang memanfaatkan Variational Autoencoder (VAE) untuk menganalisis berbagai fitur bentuk gelombang pantulan dasar es yang ditunjukkan dalam data radar es. Menerapkan pendekatan ini, tim penelitian tersebut melakukan pemindaian citra radar es yang komprehensif di kawasan AGAP-S di Pegunungan Subglasial Gamburtsev di Antarktika Timur. Hasilnya menunjukkan adanya 46 danau subglasial yang ditandai dengan kontur geometris yang ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan hasil yang diidentifikasi oleh metode konvensional.Para ilmuwan meyakini bahwa metode baru ini secara signifikan meningkatkan efisiensi dan keakuratan penemuan danau subglasial, dan juga menawarkan potensi peningkatan pendeteksian dan pelabelan pada lebih banyak jenis lingkungan subglasial di Antarktika.Penelitian ini dilaksanakan bersama oleh sejumlah tim dari PRIC, Universitas Geosains China (Wuhan), dan Southern University of Science and Technology.Menurut data statistik saat ini, tim ilmuwan dari seluruh dunia telah menemukan total 675 danau subglasial di bawah lapisan es Antarktika, dengan tiga di antaranya berhasil dibor dan diambil sampelnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Panas ekstrem diperkirakan tingkatkan kematian akibat kardiovaskular di AS
Indonesia
•
31 Oct 2023

Studi sebut ukuran Galaksi Bimasakti bisa jadi lebih besar dari yang diperkirakan
Indonesia
•
12 Jul 2024

Ilmuwan China kembangkan teknologi percetakan berwarna tanpa tinta
Indonesia
•
01 Mar 2023

MediaTek luncurkan ‘chipset’ andalan Dimensity 9300 untuk dukung AI
Indonesia
•
08 Nov 2023


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
