
Ilmuwan China kembangkan strategi pengobatan baru untuk karsinoma nasofaring

Foto yang diabadikan pada 3 Oktober 2020 ini menunjukkan pemandangan malam Canton Tower di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua/Liu Dawei)
Pengobatan karsinoma nasofaring dapat dilakukan dengan teknik radioterapi inovatif, yang melibatkan pengecualian area medial kelenjar getah bening retrofaring (medial retropharyngeal lymph node/MRLN) dari volume iradiasi elektif, berpotensi mengurangi terjadinya efek samping toksik hingga 10 persen bila dibandingkan dengan radioterapi standar, yang pada akhirnya mengarah pada peningkatan kualitas hidup para pasien.
Guangzhou, China (Xinhua) – Sebuah tim peneliti dari Universitas Sun Yat-sen di Provinsi Guangdong, China selatan, baru-baru ini menemukan sebuah strategi pengobatan inovatif untuk karsinoma nasofaring yang dapat membantu mengurangi efek negatif dari radioterapi.Tim ilmuwan dari Pusat Kanker di universitas tersebut melakukan uji klinis tahap III, yang hasilnya menunjukkan bahwa area nodal retrofaring medial menghindari (efek) radioterapi, dibandingkan dengan radioterapi standar pada pasien yang mengidap karsinoma nasofaring, memberikan kelangsungan hidup tanpa kambuh lokal yang noninferior.Teknik radioterapi inovatif tersebut, yang melibatkan pengecualian area medial kelenjar getah bening retrofaring (medial retropharyngeal lymph node/MRLN) dari volume iradiasi elektif, berpotensi mengurangi terjadinya efek samping toksik hingga 10 persen bila dibandingkan dengan radioterapi standar, yang pada akhirnya mengarah pada peningkatan kualitas hidup para pasien karsinoma nasofaring. Efek samping tersebut di antaranya mukositis akut, disfagia akut, penurunan berat badan, dan disfagia tahap lanjut.Karsinoma nasofaring dianggap endemik, dengan 47 persen kasus global terjadi di China, khususnya di daerah setingkat provinsi seperti Guangdong, Guangxi, dan Fujian, menurut tim peneliti. Radioterapi dianggap sebagai modalitas pengobatan utama bagi karsinoma nasofaring.Kelenjar getah bening retrofaring merupakan tahap awal dari metastasis (perubahan) serviks menjadi karsinoma nasofaring, dengan tingkat metastasis 70 hingga 80 persen pada diagnosis awal. Namun, tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Ma Jun tersebut menemukan bahwa metastasis MRLN jarang terjadi, dengan kejadian kurang dari 1 persen.Temuan penelitian itu dipublikasikan secara daring dalam The British Medical Journal pada 6 Februari.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Penelitian sebut nyamuk vektor virus demam berdarah ditemukan di dataran tinggi
Indonesia
•
10 May 2024

COVID-19 – Vaksin EpiVacCorona Rusia mengembangkan antibodi pada 94 persen lansia
Indonesia
•
12 Apr 2021

Pembangunan kawasan industri robotika di Beijing utara dimulai
Indonesia
•
04 Apr 2024

Studi ungkap latihan aerobik dapat kurangi fibrosis otot rangka yang menua
Indonesia
•
11 Jul 2024


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
