
NASA rilis strategi iklim

Gambar menampilkan Model Sistem Pengamatan Bumi Goddard (Goddard Earth Observing System Model/GEOS-5) milik NASA. GEOS-5 merupakan sebuah pemodelan atmosfer global beresolusi tinggi, yang mampu menyimulasikan cuaca di seluruh dunia dengan resolusi yang mencapai 3,5 kilometer. (Sumber: NASA)
Strategi iklim NASA berisi sejumlah misi baru yang akan dimulai pada 2023 untuk mengamati polusi udara, air Bumi untuk membantu menyempurnakan model iklim, dan peningkatan intensitas badai, guna mempelajari efek perubahan iklim.
Los Angeles, AS (Xinhua) – NASA merilis strategi iklimnya pada Rabu (28/3) dalam upaya untuk memperluas upaya guna mengatasi berbagai tantangan iklim di lembaga tersebut secara keseluruhan.Strategi itu menilai portofolio iklim NASA di lembaga tersebut untuk pertama kalinya, menjangkau area di luar upaya-upaya eksplorasi dan ilmiah agar dapat mencakup setiap direktorat misi serta fasilitas NASA.Strategi tersebut juga menjabarkan empat prioritas utama bagi lembaga itu untuk membantu integrasi iklim, yakni berinovasi, menginformasikan, menginspirasi, dan bermitra. Prioritas pertama di bidang inovasi bergantung pada tindakan melanjutkan ilmu Bumi NASA yang berumur 60 tahun lebih dan dipelajari tidak hanya dari luar angkasa, tetapi juga melalui penelitian udara, pengukuran langsung, dan kampanye lapangan."Dengan sejumlah misi baru yang akan dimulai pada 2023 untuk mengamati polusi udara (TEMPO), air Bumi untuk membantu menyempurnakan model iklim (SWOT), dan peningkatan intensitas badai (TROPICS), pengamatan planet kita yang didukung oleh NASA merupakan inti dari bagaimana kita mempelajari efek perubahan iklim," sebut badan antariksa AS itu dalam pernyataannya."Strategi ini akan membantu NASA mengintegrasikan pemahaman tentang iklim di seluruh NASA dan dalam kemitraan kami untuk melayani publik dengan lebih baik," ujar Kate Calvin, kepala ilmuwan sekaligus penasihat iklim senior di badan antariksa AS.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Wahana penjelajah Bulan Yutu China ‘kesepian’ di Festival Lampion
Indonesia
•
06 Feb 2023

Sampel Chang'e-6 buktikan kawah tumbukan tertua di Bulan terbentuk 4,25 miliar tahun silam
Indonesia
•
23 Mar 2025

Fokus Berita – Pemimpin media dunia bahas peluang dan tantangan AI di bidang jurnalistik
Indonesia
•
04 Dec 2023

Peneliti kembangkan ‘kembaran digital’ AI pasien untuk prediksi kesehatan mereka di masa mendatang
Indonesia
•
18 Nov 2025


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
