
Rusia luncurkan stasiun pertamanya di Bulan

Rusia meluncurkan stasiun Bulan miliknya, Luna-25, dengan sukses pada Jumat (11/8/2023) dini hari waktu setempat, mengawali misi bersejarah untuk menjelajahi kutub selatan Bulan. (Xinhua)
Stasiun Bulan Luna-25 diharapkan menjadi stasiun pertama dalam sejarah yang mendarat di kutub selatan Bulan, wilayah dengan medan yang kompleks dan sumber daya yang potensial.
Vladivostok, Rusia (Xinhua) – Rusia meluncurkan stasiun Bulan miliknya, Luna-25, dengan sukses pada Jumat (11/8) dini hari waktu setempat, mengawali misi bersejarah untuk menjelajahi kutub selatan Bulan.Stasiun tersebut, yang tidak memiliki kapsul pembawa pulang, diluncurkan dari Kosmodrom Vostochny di Oblast Amur di Timur Jauh Rusia menggunakan roket Soyuz-2.1b yang dilengkapi Fregat pada tingkat atas (upper stage).Sembilan menit setelah lepas landas, Fregat pada tingkat atas bersama stasiun Luna-25 memisahkan diri dari tingkat ketiga roket. Sekitar satu jam kemudian, Luna-25 memisah dari Fregat dan berhasil memasuki jalur penerbangan menuju Bulan, menandai kesuksesan penuntasan tahap pertama misi ini.Misi ini terdiri dari empat tahap. Tahap kedua adalah penerbangan ke Bulan, yang akan memakan waktu sekitar lima hari. Lintasan akan disesuaikan sebanyak dua kali, yakni 1,5 hari setelah peluncuran dan sehari sebelum memasuki orbit Bulan.Tahap ketiga adalah mengorbit di Bulan. Stasiun Luna-25 akan terbang mengelilingi Bulan dalam orbit kutub melingkar pada ketinggian 100 kilometer selama tiga hari.Tahap keempat adalah pendaratan. Stasiun akan dipindahkan ke orbit pendaratan elips dengan ketinggian minimum 18 kilometer. Pendaratan lunak di area kutub selatan Bulan diperkirakan akan terjadi. Menurut Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, pendaratan kemungkinan akan terjadi pada 21 Agustus.Luna-25 diharapkan menjadi stasiun pertama dalam sejarah yang mendarat di kutub selatan Bulan, wilayah dengan medan yang kompleks dan sumber daya yang potensial. Tujuan utama misi ini adalah untuk menguji teknologi pendaratan lunak, meneliti struktur internal, dan menjelajahi sumber daya kutub selatan Bulan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi ungkap grafena dapat ekstrak emas dari limbah elektronik secara efisien
Indonesia
•
16 Aug 2022

Laporan sebut kenaikan suhu dalam setahun terakhir lampaui ambang batas 1,5 derajat Celsius
Indonesia
•
09 Feb 2024

Penelitian ungkap sampel Bulan Chang'e-6 punya ‘karakteristik unik’
Indonesia
•
20 Sep 2024

Peneliti China kembangkan serat pintar baru yang dapat pancarkan cahaya
Indonesia
•
12 Apr 2024


Berita Terbaru

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026

AI berisiko sebabkan ‘kemalasan intelektual’ siswa
Indonesia
•
11 Mar 2026

Pengelolaan ternak temporal solusi konflik manusia-satwa liar
Indonesia
•
12 Mar 2026
