‘Startup’ Jepang Space One gagal dalam peluncuran ke-3 roket Kairos

Roket Sistem Peluncuran Luar Angkasa (Space Launch System/SLS) NASA yang membawa wahana antariksa Orion lepas landas dalam uji penerbangan Artemis I di Kennedy Space Center NASA di Florida, Amerika Serikat, pada 16 November 2022. (Xinhua/NASA/Keegan Barber)

Space One Co. Jepang gagal meluncurkan roket Kairos berukuran 18 meter dan berbobot 23 ton di Jepang barat, saat fase pendakian.

 

Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Perusahaan rintisan (startup) Jepang Space One Co. pada Kamis (5/3) meluncurkan sebuah roket kecil di Jepang barat, namun misi tersebut gagal untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Unit No. 3 roket Kairos milik perusahaan itu diluncurkan sekitar pukul 11.10 waktu setempat dari Space Port Kii, sebuah fasilitas kelolaan swasta di Kushimoto, Prefektur Wakayama, namun penerbangannya dihentikan saat fase pendakian, sehingga kembali mengalami kegagalan peluncuran setelah dua peluncuran pada 2024.

Dalam sebuah pernyataan, Space One mengatakan Kairos membatalkan penerbangan itu setelah menilai bahwa pencapaian misinya akan sulit dilakukan, dan saat ini, pihaknya sedang menyelidiki rincian insiden tersebut.

Peluncuran itu sebelumnya dijadwalkan pada Rabu (4/3), tetapi dibatalkan beberapa saat sebelum lepas landas.

Roket berbahan bakar padat berukuran 18 meter dan berbobot 23 ton tersebut mengangkut lima satelit, yang rencananya akan dilepaskan dan diposisikan ke orbit sekitar 50 menit setelah lepas landas, pada ketinggian sekitar 500 kilometer.

Didirikan pada 2018, perusahaan yang berbasis di Tokyo itu telah dua kali gagal dalam upaya peluncuran roket. Roket Kairos pertama meledak sekitar lima detik setelah lepas landas pada Maret 2024 akibat kesalahan dalam perkiraan daya dorong. Sementara itu, penerbangan unit kedua pada tahun yang sama berakhir dengan penghancuran diri (self-destruction) setelah terjadi masalah pengendalian ketinggian.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait