
Sinar matahari bisa ubah limbah plastik jadi bahan bakar bersih

Ilustrasi. (Nick Fewings on Unsplash)
Sinar matahari dapat mengubah plastik bekas menjadi hidrogen, gas sintetis (syngas), dan bahan kimia industri lainnya.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Para ilmuwan sedang mengembangkan teknologi bertenaga surya untuk mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar bersih, yang memberikan solusi potensial bagi masalah polusi dan tantangan energi, demikian diungkapkan dalam sebuah penelitian asal Australia pada Rabu (29/4).
Penelitian tersebut mengeksplorasi bagaimana proses yang didorong oleh sinar matahari dapat mengubah plastik bekas menjadi hidrogen, gas sintetis (syngas), dan bahan kimia industri lainnya, sehingga menawarkan jalur menuju ekonomi sirkular yang lebih berkelanjutan, menurut sebuah pernyataan dari Universitas Adelaide di Australia.
Produksi plastik global melampaui 460 juta ton setiap tahunnya, dengan sebagian besar volume tersebut mencemari lingkungan, menurut penelitian itu, menyoroti bagaimana plastik yang kaya akan karbon dan hidrogen dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber daya yang belum terjamah, alih-alih hanya dibuang sebagai limbah.
Proses tersebut, yang dikenal sebagai photoreforming bertenaga surya, menggunakan fotokatalis yang diaktifkan oleh cahaya untuk memecah plastik pada suhu yang relatif rendah. Reaksi-reaksi ini dapat menghasilkan hidrogen, bahan bakar bersih tanpa emisi saat digunakan, maupun bahan kimia berharga lainnya yang digunakan dalam industri, papar penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Chem Catalysis.
Dibandingkan dengan produksi hidrogen berbasis air konvensional, proses photoreforming plastik lebih hemat energi karena plastik lebih mudah teroksidasi dan berpotensi lebih mudah ditingkatkan skalanya, kata para peneliti.
Kendati demikian, mereka memperingatkan bahwa masih ada tantangan yang cukup besar, termasuk kompleksitas limbah plastik campuran, daya tahan katalis, serta tahapan pemurnian yang membutuhkan banyak energi.
"Dengan inovasi yang berkelanjutan, kami meyakini teknologi pengubahan plastik menjadi bahan bakar bertenaga surya dapat memainkan peran penting dalam membangun masa depan yang berkelanjutan dan rendah karbon," kata Lu Xiao, kandidat PhD dari Universitas Adelaide yang memimpin penelitian tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sebuah planet kecil dinamai atas ilmuwan medis terkemuka China, Zhong Nanshan
Indonesia
•
13 Oct 2024

Peneliti: Gurun terbesar di China mungkin terbentuk 300.000 tahun yang lalu
Indonesia
•
22 Feb 2023

Tim peneliti China ungkap variasi pemanfaatan air irigasi di masa mendatang
Indonesia
•
14 Mar 2024

Singapura luncurkan pedoman transparansi chatbot AI, wajib sajikan informasi dengan bahasa sederhana
Indonesia
•
20 Jul 2026


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
