
Presiden China adakan pertemuan dengan Putin lewat tautan video

Sejumlah kapal perang Angkatan Laut (AL) China ambil bagian dalam latihan AL gabungan bersandi Joint Sea 2022 di Laut China Timur pada 21 Desember 2022. AL China dan Rusia pada Rabu (21/12) memulai latihan AL gabungan bersandi Joint Sea 2022 di Laut China Timur. (Xinhua/Xu Wei)
Stabilitas hubungan Rusia-China telah semakin meningkat, sehingga hubungan bilateral dapat berfungsi sebagai model untuk hubungan antara negara-negara besar di abad ke-21.
Beijing, China (Xinhua) – China dan Rusia harus memperkuat koordinasi strategis agar dapat menghadirkan lebih banyak manfaat bagi kedua bangsa dan menyuntikkan lebih banyak stabilitas kepada dunia, kata Presiden China Xi Jinping dalam sebuah pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang diadakan melalui tautan video pada Jumat (30/12).Xi menekankan bahwa kedua belah pihak harus lebih memanfaatkan mekanisme yang ada untuk mendorong kemajuan dalam kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, energi, keuangan, dan pertanian.China siap untuk membuka kembali perjalanan lintas perbatasan yang normal dengan Rusia dan negara-negara lain secara tertib, kata Xi.China siap bekerja sama dengan Rusia dan seluruh kekuatan progresif di dunia yang menentang hegemonisme dan politik kekuasaan untuk bersama-sama melawan unilateralisme, proteksionisme, dan perundungan, serta tegas menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan kedua negara, maupun kesetaraan dan keadilan internasional, tutur Xi.Putin mengatakan bahwa dalam situasi internasional yang kompleks dan berat saat ini, hubungan Rusia-China mempertahankan momentum pembangunan yang sehat, mencatatkan kemajuan kerja sama yang stabil di berbagai bidang, termasuk energi, pertanian, transportasi, infrastruktur, olahraga, dan pertukaran antarmasyarakat.Ketahanan, kedewasaan, dan stabilitas hubungan Rusia-China telah semakin meningkat, kata Putin, seraya menambahkan bahwa signifikansi koordinasi strategis antara kedua negara semakin menonjol dan bahwa hubungan bilateral dapat berfungsi sebagai model untuk hubungan antara negara-negara besar di abad ke-21.Rusia bersedia untuk melanjutkan koordinasi yang erat dengan China pada berbagai platform multilateral, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO), BRICS, dan Kelompok 20 (G20), kata Putin.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kamala Harris raih suara delegasi yang cukup untuk pastikan pencalonan oleh Partai Demokrat dalam pilpres
Indonesia
•
03 Aug 2024

China tembakkan rudal selama latihan di perairan lepas Taiwan
Indonesia
•
04 Aug 2022

Laporan wadah pemikir Xinhua ungkap bahaya hegemoni militer AS
Indonesia
•
08 Sep 2023

Fokus Berita – Teheran kukuh pertahankan garis merah untuk pembicaraan putaran kedua dengan AS di Jenewa
Indonesia
•
16 Feb 2026


Berita Terbaru

Kremlin: Perdamaian berkelanjutan dengan Ukraina hanya bisa terwujud jika kepentingan Rusia dijamin
Indonesia
•
13 Apr 2026

Inggris tidak akan ikut dalam blokade Selat Hormuz
Indonesia
•
14 Apr 2026

Menlu Iran sebut ancaman blokade AS gagalkan perundingan Islamabad
Indonesia
•
14 Apr 2026

Pasukan AS akan blokade kapal-kapal yang masuki dan tinggalkan pelabuhan Iran mulai Senin
Indonesia
•
13 Apr 2026
