
Bank Sentral Yaman tolak koin 50 riyal baru yang dicetak Houthi

Para pengungsi Yaman terlihat di dalam kamp Dharawan di pinggiran utara Sanaa, ibu kota Yaman, pada 7 Desember 2022. (Xinhua/Mohammed Mohammed)
Houthi telah menerapkan larangan masuknya uang kertas yang diterbitkan oleh pemerintah Yaman, yang diakui secara internasional, ke dalam wilayah kekuasaan mereka.
Aden, Yaman (Xinhua/Indonesia Window) – Bank sentral Yaman, yang diakui secara internasional, pada Ahad (13/7) menolak penerbitan koin 50 riyal yang baru dicetak oleh kelompok Houthi. Mereka mengecam tindakan tersebut sebagai "aksi merusak" yang mengancam sistem moneter Yaman yang sudah rapuh.Bank Sentral Yaman, yang berbasis di Aden, kota pelabuhan di Yaman selatan, mengeluarkan sebuah pernyataan keras yang mengecam keputusan Houthi untuk mencetak dan mengedarkan koin logam baru di Sanaa dan daerah-daerah lain yang dikuasai kelompok tersebut. Bank itu memperingatkan bahwa kelompok Houthi "harus bertanggung jawab penuh atas semua konsekuensi dan tindakan yang diakibatkan oleh eskalasi berbahaya ini.""Bank Sentral menolak aksi yang tidak masuk akal dan merusak oleh sebuah entitas ilegal," sebut pernyataan itu, merujuk pada cabang bank sentral yang dikuasai Houthi di Sanaa sebagai institusi yang tidak sah.Houthi pada Sabtu (12/7) mengumumkan bahwa koin 50 riyal baru itu akan mulai beredar pada Ahad. Bank sentral yang dikuasai Houthi di Sanaa membenarkan langkah tersebut sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi masalah uang kertas rusak dan meningkatkan kualitas mata uang nasional Yaman.Houthi telah menerapkan larangan masuknya uang kertas yang diterbitkan oleh pemerintah Yaman, yang diakui secara internasional, ke dalam wilayah kekuasaan mereka.Kelompok itu mempertahankan kendali atas sebagian besar wilayah Yaman utara, termasuk ibu kota Sanaa, sejak perang saudara meletus pada akhir 2014. Konflik tersebut telah menciptakan jaringan otoritas yang kompleks dan saling bersaing, dengan pemerintah yang diakui secara internasional beroperasi dari Aden.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Jubir UNIFIL sebut situasi terkini di Lebanon "paling menantang" sejak 2006
Indonesia
•
21 Oct 2024

Italia berlakukan larangan terhadap daging budi daya laboratorium
Indonesia
•
27 Nov 2023

PM Hongaria: Para pemimpin Barat dicengkeram oleh "demam perang"
Indonesia
•
12 Mar 2023

Jepang mulai kerjakan relokasi pangkalan AS di Okinawa meski ditentang warga setempat
Indonesia
•
12 Jan 2024


Berita Terbaru

Arab Saudi tetapkan atase militer Iran dan 4 diplomat lainnya sebagai 'persona non grata'
Indonesia
•
22 Mar 2026

Pemerintahan Trump gugat Universitas Harvard atas dugaan antisemitisme setelah negosiasi buntu
Indonesia
•
21 Mar 2026

Idul Fitri 1447H– Feature: Tanpa kegembiraan dan keluarga besar, pengungsi Lebanon rayakan Idul Fitri dalam bayang-bayang konflik
Indonesia
•
21 Mar 2026

Trump pertimbangkan untuk "kurangi secara bertahap" serangan terhadap Iran
Indonesia
•
21 Mar 2026
