
Peneliti China temukan sejumlah spesies jamur baru di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet

Penggembala Qime Garde menunjukkan jamur ulat yang baru dipanen di wilayah Biru di Nagqu, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 25 Mei 2022. (Xinhua/Liu Ying)
Spesies jamur baru dalam jumlah yang besar ditemukan di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, menambah keanekaragaman sumber daya makrofungi di daerah tersebut.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Para peneliti telah menemukan spesies jamur baru dalam jumlah yang besar di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, dengan temuan penelitian tersebut dipublikasikan di Journal of Fungi and Fungal Diversity, demikian dilaporkan oleh Science and Technology Daily pada Rabu (12/3).Para peneliti dari institut biologi dataran tinggi dan laboratorium utama mikologi di Daerah Otonom Xizang, China barat daya, telah melakukan beberapa ekspedisi ilmiah bersama. Mereka berhasil mengumpulkan 3.361 spesimen berharga dan mendapatkan sejumlah galur jamur liar.Para peneliti melakukan studi mendalam pada sejumlah spesimen melalui pengamatan rinci terhadap karakteristik eksternal spesimen dan penerapan teknologi barcode DNA jamur bersama dengan analisis filogenetik molekuler.Mereka mengidentifikasi 879 spesies, termasuk 19 spesies yang baru dipublikasikan dan 12 spesies yang baru tercatat di China. Penemuan-penemuan ini telah memperkaya basis data spesies makrofungi China, memberikan wawasan penting untuk memahami misteri ekosistem Dataran Tinggi Qinghai-Tibet.Kondisi iklim dan lingkungan geografis yang unik di dataran tinggi itu mendukung keanekaragaman sumber daya makrofungi yang kaya. Dalam ekosistem ini, makrofungi memainkan peran yang sangat penting sebagai pengurai dan simbion, yang berkontribusi penting dalam siklus material, aliran energi, dan menjaga keseimbangan ekologis.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi ungkap infeksi malaria ‘tanpa gejala’ lebih berisiko dari dugaan sebelumnya
Indonesia
•
09 Sep 2025

Perusahaan China ungkap tiga cip baru untuk dukung komputasi spasial
Indonesia
•
29 Nov 2025

COVID-19 – Tiga vaksin lagi didaftarkan di Rusia
Indonesia
•
29 Aug 2020

Produsen baterai terkemuka China CATL luncurkan baterai ‘swappable’ baru
Indonesia
•
31 Dec 2024


Berita Terbaru

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026

Teknologi RNA baru beri harapan bagi pasien distrofi otot Duchenne
Indonesia
•
11 Jun 2026

Jejak tsunami purba ditemukan dari Banten hingga Bali, diduga terjadi 400 tahun lalu
Indonesia
•
09 Jun 2026
