
Presiden Slovenia kritik sanksi AS terhadap Mahkamah Pidana Internasional

Gambar tangkapan layar yang diambil dari situs web resmi Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) ini menunjukkan judul pernyataan yang dikeluarkan pada 7 Februari 2025, yang berisi kecaman ICC terhadap sanksi Amerika Serikat terhadapnya.
Slovenia mengakui Palestina sebagai negara pada Juni tahun lalu dan terus mendukung solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik antara Israel dan Hamas.
Ljubljana, Slovenia (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Slovenia Natasa Pirc Musar pada Jumat (7/2) menuturkan bahwa sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) merusak dasar-dasar hukum pidana internasional."Sanksi-sanksi itu merupakan bentuk nyata pengabaian terhadap supremasi hukum sebagai landasan hubungan internasional modern," kata Musar dalam pernyataannya.Musar menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Negara-Negara Pihak Statuta Roma dalam membela organisasi internasional independen yang berbasis di Den Haag tersebut dan personelnya."AS mengirimkan pesan yang berbahaya, yakni hakim ICC akan dihukum hanya karena menegakkan keadilan terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan kejahatan berat," kata Musar. Satu-satunya jaminan bagi seseorang untuk tidak dihukum adalah bahwa mereka "tidak terlibat dalam kejahatan paling kejam terhadap kemanusiaan", imbuhnya.Kementerian Luar Negeri dan Urusan Eropa Slovenia pada Jumat menyatakan bahwa lembaga peradilan harus dilindungi dari ancaman.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 4 Februari 2025. Trump bertemu dengan Netanyahu di Washington DC pada Selasa (4/2). (Xinhua/Hu Yousong)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Putin tawarkan pasokan gas tambahan ke Eropa
Indonesia
•
13 Oct 2022

Presiden Erdogan kutuk penghinaan terhadap Nabi Muhammad
Indonesia
•
28 Oct 2020

Raja Salman tekankan tujuan kepresidenan G20 wujudkan peluang abad 21
Indonesia
•
21 Nov 2020

Swedia kantongi bukti pendukung dugaan sabotase Nord Stream
Indonesia
•
07 Oct 2022


Berita Terbaru

Fatah kritik Dewan Perdamaian bentukan AS, tuding Israel hambat gencatan senjata Gaza
Indonesia
•
23 Jul 2026

Mengapa China menyebut ASEAN sebagai pilar stabilitas kawasan?
Indonesia
•
23 Jul 2026

Gaza catat 4.000 kasus keguguran dalam enam bulan, pejabat medis soroti krisis kemanusiaan
Indonesia
•
22 Jul 2026

Biaya perang AS lawan Iran tembus 671 triliun rupiah, Pentagon akui hadapi kekurangan dana
Indonesia
•
22 Jul 2026
