
Laporan sebut China unggul jauh dalam skala ekonomi digital di Asia

Foto yang diabadikan pada 23 November 2023 ini menunjukkan Paviliun China dalam Pameran Perdagangan Digital Global kedua di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China timur. (Xinhua/Liu Lingyi)
Skala ekonomi digital China unggul jauh di Asia, dengan nilai mencapai 7,47 triliun dolar AS pada 2022, disusul Jepang dengan 2,37 triliun dolar AS dan Korea Selatan dengan nilai 952,3 miliar dolar AS.
Beijing, China (Xinhua) – China unggul jauh dalam skala ekonomi digital, dengan nilainya mencapai 7,47 triliun dolar AS pada 2022, demikian menurut Laporan Ekonomi Digital Asia 2023 yang dirilis pada Kamis (21/12).Menurut laporan tersebut, yang dirilis dalam sebuah acara di Beijing oleh Sekretaris Jenderal Forum Boao untuk Asia (Boao Forum for Asia/BFA) Li Baodong, Jepang berada di peringkat kedua dengan 2,37 triliun dolar AS, disusul oleh Korea Selatan (Korsel) dengan 952,3 miliar dolar AS.Ekonomi digital di India, Arab Saudi, Singapura, Indonesia, Israel, dan Malaysia semuanya telah melampaui 100 miliar dolar AS, menurut laporan tersebut."China merupakan salah satu negara di dunia yang ekonomi digitalnya memiliki lingkungan pembangunan yang paling bersahabat, momentum pertumbuhan yang paling kuat, dan penerapan yang paling luas," tutur Li.Menurut Li, Konferensi Kerja Ekonomi Pusat (Central Economic Work Conference) yang diselenggarakan oleh China baru-baru ini menekankan upaya untuk mendorong industrialisasi baru dan mengembangkan ekonomi digital. "Ekonomi digital diharapkan akan terus menjadi kekuatan pendorong yang penting bagi pertumbuhan ekonomi China."Menurut laporan tersebut, ekonomi digital dari 14 negara Asia terpilih diperkirakan mencapai 12,8 triliun dolar AS pada 2022, peningkatan nominal sebesar 3,5 persen secara tahunan (year on year).Namun, laporan itu mencatat bahwa kesenjangan digital masih terlihat jelas di seluruh perekonomian Asia dalam pembangunan infrastruktur digital. Pasar seperti China, Jepang, Singapura, dan Korsel berada di garis depan dalam pengembangan infrastruktur digital, sedangkan negara-negara lain di kawasan ini masih menghadapi kurangnya investasi dan dukungan teknis.Li mengatakan bahwa negara-negara Asia harus bekerja sama untuk mendorong pembagian dividen pembangunan ekonomi digital, memperkuat pembangunan jaringan dan kerja sama penelitian, serta mendorong interkoneksi infrastruktur informasi.*1 dolar AS = 15.533 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Maskapai utama Jepang akan naikkan biaya penerbangan internasional mulai juni 2026
Indonesia
•
03 Apr 2026

India resmi jual bahan bakar e85, kandungan etanolnya capai 85 persen
Indonesia
•
06 Jun 2026

Penjualan ponsel pintar di China turun pada Februari 2022
Indonesia
•
06 Apr 2022

Inflasi tahunan Turkiye tembus 75 persen pada Mei 2024
Indonesia
•
05 Jun 2024


Berita Terbaru

Lepas L8 resmi meluncur di Indonesia, dibanderol Rp589 juta dengan Jarak tempuh hingga 1.300 km
Indonesia
•
28 Jul 2026

Malaysia tinggal selangkah lagi jadi negara berpenghasilan tinggi, ekonomi tumbuh 5,8 persen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Indonesia raup 18,62 triliun rupiah dari Panda Bonds perdana, pasar keuangan China kian terbuka
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ekonomi ASEAN+3 diproyeksikan tumbuh 4,1 persen pada 2026, didorong AI dan semikonduktor
Indonesia
•
28 Jul 2026
