China catat pertumbuhan paten dalam ekonomi digital

Sejumlah pengunjung mengamati robot yang sedang membuat kopi dalam Pameran Industri Internasional China (China International Industry Fair/CIIF) ke-23, yang mengusung tema “Ekonomi Digital & Dekarbonisasi Industri”, di Shanghai, China timur, pada 19 September 2023. (Xinhua/Fang Zhe)

Perkembangan ekonomi digital China telah mendorong pertumbuhan paten yang pesat di sektor-sektor inti perindustrian, dengan jumlah paten penemuan yang diberikan di sektor ini mencapai 296.000 paten, menyumbang 42,6 persen dari volume paten negara itu.

 

Beijing, China (Xinhua) – Perkembangan inovatif ekonomi digital China telah mendorong pertumbuhan paten yang pesat di sektor-sektor inti perindustrian, kata badan regulator kekayaan intelektual negara tersebut pada Rabu (8/11).

Pada 2022, jumlah paten penemuan yang diberikan di sektor-sektor inti tersebut mencapai 296.000 paten, menyumbang 42,6 persen dari volume paten negara itu, dengan peningkatan rata-rata tahunan sebesar 22,6 persen sejak 2016, atau 1,5 kali lipat dari total paten penemuan yang diberikan pada periode yang sama, kata Ge Shu, seorang pejabat senior di Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional (National Intellectual Property Administration/NIPA) China, dalam sebuah konferensi pers.

Hingga akhir 2022, jumlah paten penemuan yang valid di industri inti ekonomi digital mencapai 1,273 juta, dengan Delta Sungai Yangtze, Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau, dan kawasan Beijing-Tianjin-Hebei menyumbang 71,3 persen.

Ge juga menyinggung soal paten yang diajukan oleh perusahaan-perusahaan asing, mengatakan bahwa jumlah perusahaan asing yang mengajukan paten penemuan di sektor-sektor tersebut mengalami peningkatan dari 6.418 pada 2016 menjadi 7.613 pada 2022.

Hingga akhir 2022, pemegang paten dari 95 negara dan kawasan memiliki 327.000 paten penemuan di industri inti ekonomi digital China, tutur Ge.

Pada 2022, skala ekonomi digital China meningkat 10,3 persen secara tahunan (year on year) menjadi 50,2 triliun yuan atau sekitar 6,99 triliun dolar AS, yang menyumbang 41,5 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut.

*1 yuan = 2.147 rupiah

**1 dolar AS = 15.629 rupiah

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan