
Reruntuhan kompleks bangunan berumur 3.000 tahun ditemukan di China timur

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 21 Oktober 2021 ini menunjukkan tembikar yang ditemukan di situs Pishan di Distrik Wuxing, Kota Huzhou, Provinsi Zhejiang, China timur. (Xinhua/Institut Peninggalan Budaya dan Arkeologi Provinsi Zhejiang)
Situs Pishan di Provinsi Zhejiang, China timur, yang berusia 3.000 tahun saat ini merupakan situs arkeologi terbesar di Zhejiang yang menjadi lokasi keberadaan sisa-sisa peninggalan Dinasti Xia (2070-1600 SM) dan Dinasti Shang dari zaman China kuno.
Hangzhou, China (Xinhua) – Reruntuhan sebuah kompleks bangunan megah, termasuk situs ritual seluas 3.400 meter persegi, bengkel pembuatan tembikar, dan sejumlah relik, yang diyakini dibangun pada akhir era Dinasti Shang (1600-1046 SM) berhasil ditemukan di Provinsi Zhejiang, China timur.Terletak di situs Pishan, Distrik Wuxing, Kota Huzhou, klaster permukiman tempat bangunan-bangunan itu ditemukan dikelilingi oleh parit yang melingkar. Situs tersebut sudah ada sejak sekitar 3.000 tahun yang lalu. Situs Pishan saat ini merupakan situs arkeologi terbesar di Zhejiang yang menjadi lokasi keberadaan sisa-sisa peninggalan Dinasti Xia (2070-1600 SM) dan Dinasti Shang dari zaman China kuno.Klaster permukiman itu mencakup area dengan total luas sekitar 330.000 meter persegi. Benda-benda perunggu, tembikar, dan porselen primitif juga ditemukan di situs ini.Penemuan baru tersebut berkontribusi dalam memberikan bukti fisik yang melimpah tentang pengaruh budaya Shang di wilayah selatan Sungai Yangtze. Bersama Reruntuhan Sanxingdui yang terkenal dan situs-situs lain di cekungan Sungai Yangtze, penemuan itu dapat membantu membuktikan bahwa para leluhur di daerah cekungan sungai tersebut menciptakan budaya regional yang beragam dan membuka jalan bagi periode perkembangan yang pesat pada masa itu, kata Luo Rupeng, seorang peneliti dari institut peninggalan budaya dan arkeologi Provinsi Zhejiang.Bangunan-bangunan megah tersebut juga mengindikasikan bahwa situs Pishan dahulu merupakan pusat peradaban politik regional di cekungan Sungai Dongtiaoxi, sebuah sungai di daerah itu. Pengaruh pusat peradaban tersebut kemungkinan telah menyebar ke area yang lebih luas termasuk cekungan Danau Taihu, yang mungkin dapat dikonfirmasi melalui studi-studi lanjutan, ujar Xu Lianggao, seorang peneliti dari Institut Arkeologi di Akademi Ilmu Sosial China.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Dua spesies tanaman baru ditemukan di China tengah
Indonesia
•
01 Mar 2023

Dua panda raksasa liar yang mencari pasangan kawin terlihat di China barat daya
Indonesia
•
08 Mar 2023

Studi baru sebut diabetes tipe 2 disebabkan oleh "maladaptasi"
Indonesia
•
06 May 2026

China tingkatkan kemampuan prakiraan dan pemantauan meteorologi
Indonesia
•
03 Aug 2024


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
