
China luncurkan pusat komunikasi untuk soroti perlindungan harimau dan macan tutul liar

Foto yang diabadikan dengan ponsel ini menunjukkan seekor harimau Siberia liar di Gunung Changbai, Provinsi Jilin, China timur laut, pada 3 Desember 2024. (Xinhua)
Sistem pemantauan satwa liar di Taman Nasional Harimau dan Macan Tutul China Timur Laut sebagian besar dikembangkan oleh Jishi Media, mencakup hampir 28.000 kamera inframerah, teknologi pencegah kebakaran, dan analisis berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Pusat penelitian ini juga mengembangkan teknologi baru untuk mencapai identifikasi harimau Siberia liar secara individual.
Changchun, China (Xinhua/Indonesia Window) – Pusat Komunikasi Internasional Budaya Harimau dan Macan Tutul China Timur Laut diluncurkan pada Senin (6/1) di Provinsi Jilin, sebagai upaya otoritas setempat untuk menyoroti konservasi satwa liar.Didirikan melalui kemitraan antara biro manajemen Taman Nasional Harimau dan Macan Tutul China Timur Laut dan Jishi Media, sebuah perusahaan media yang berbasis di Jilin, pusat komunikasi ini akan memanfaatkan rekaman langka harimau, macan tutul, dan satwa liar lainnya yang dikumpulkan melalui sistem pemantauan di taman nasional tersebut.Konten tersebut telah dibagikan di berbagai platform media sosial global untuk melibatkan audiens yang lebih luas dan meningkatkan kesadaran tentang upaya konservasi cagar alam itu, kata pusat komunikasi tersebut.You Zhiqiang, manajer umum Jishi Media, mengatakan bahwa pusat komunikasi ini akan menciptakan "merek budaya" yang kuat untuk harimau Siberia dan macan tutul Amur di China timur laut melalui pengembangan saluran komunikasi, kolaborasi internasional, dan upaya-upaya lainnya.China secara resmi mendirikan Taman Nasional Harimau dan Macan Tutul China Timur Laut pada 2021. Membentang di provinsi Heilongjiang dan Jilin, taman nasional ini menjadi tempat perlindungan bagi sekitar 70 harimau Siberia liar dan 80 macan tutul Amur.Sistem pemantauan satwa liar di taman ini, yang sebagian besar dikembangkan oleh Jishi Media, mencakup hampir 28.000 kamera inframerah, teknologi pencegah kebakaran, dan analisis berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Pusat penelitian ini juga mengembangkan teknologi baru untuk mencapai identifikasi harimau Siberia liar secara individual.Harimau Siberia, yang juga dikenal sebagai harimau Amur, sebagian besar hidup di Rusia Timur Jauh dan China timur laut. Harimau ini merupakan salah satu spesies yang paling terancam punah di dunia dan merupakan spesies penting dalam ekosistem hutan, dengan hanya 12 hingga 16 ekor yang diyakini masih hidup di alam liar di China pada 1998.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sistem AI dapat menilai manusia dan punya semacam "kepercayaan"
Indonesia
•
16 Apr 2026

Obat kanker mata yang dikembangkan China mendapat status ODD dari FDA AS
Indonesia
•
31 Dec 2024

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

COVID-19 – Rusia uji vaksin Sputnik V untuk remaja 14-18 tahun
Indonesia
•
19 Feb 2021


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
