Sistem ‘Haijing’ China hadir di Indonesia dengan teknologi baru dan catatkan terobosan internasional

Foto dokumentasi ini menunjukkan kapal 'HYSY720' milik China Oilfield Services Limited (COSL) sedang berlayar. (Xinhua)
Sistem ‘Haijing’ merupakan perangkat pertama dari peralatan seismik marine towed-steamer berpresisi tinggi yang dikembangkan oleh China.
Tianjin, China (Xinhua/Indonesia Window) – China Oilfield Services Limited (COSL) pada Senin (26/5) mengumumkan bahwa kapal eksplorasi ‘HYSY720’ merampungkan misi eksplorasi seismik selama sebulan di wilayah maritim Indonesia dan telah tiba di Zhanjiang, Provinsi Guangdong, China. Dalam proyek ini, sistem ‘Haijing’ yang dibawa oleh kapal ‘HYSY720’ untuk pertama kalinya menerapkan kombinasi mode operasi teknologi canggih yang telah diakui secara internasional, yakni ‘triple energy source arrays + slant tow’, yang merupakan peralatan dan teknologi eksplorasi lepas pantai canggih milik China di pasar internasional untuk mencapai terobosan baru.Sistem ‘Haijing’ merupakan perangkat pertama dari peralatan seismik marine towed-steamer berpresisi tinggi yang dikembangkan oleh China. Kapal eksplorasi laut-dalam berukuran besar ‘HYSY720’ milik COSL bertolak ke wilayah maritim Indonesia pada 8 April 2025 dengan membawa sistem ‘Haijing’ untuk melakukan eksplorasi.Pada Januari 2024, sistem ‘Haijing’ melakukan layanan eksplorasi internasional pertamanya di Indonesia. Dibandingkan dengan layanan sebelumnya, sistem ‘Haijing’ kali ini mengadopsi mode operasi sinergis ‘triple energy source arrays’ dan ‘slant tow’, yang tidak hanya mengoptimalkan mekanisme eksitasi sumber seismik secara bergantian, tetapi juga meningkatkan densitas pengambilan sampel spasial lebih dari 20 persen. Dengan mengoptimalkan mekanisme eksitasi sumber-sumber seismik secara bergantian, densitas pengambilan sampel spasial akan terdongkrak lebih dari 20 persen, dan kedalaman serta presisi eksplorasi juga akan semakin ditingkatkan, sehingga menghasilkan dukungan data penting untuk penelitian informasi minyak dan gas, prediksi reservoir, serta identifikasi fluida.
Foto dokumentasi ini menunjukkan kapal 'HYSY720' milik China Oilfield Services Limited (COSL) sedang melakukan persiapan untuk pelayaran ke Indonesia. (Xinhua)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Studi sebut efektivitas vaksin COVID-19 terhadap Omicron turun signifikan usai enam bulan
Indonesia
•
05 May 2023

Penelitian: Keanekaragaman mikroba penting untuk keseimbangan ekologis
Indonesia
•
27 Sep 2021

China berencana genjot penggunaan NEV di daerah pedesaan
Indonesia
•
17 May 2024

China kembangkan ‘disk memory’ optik berkapasitas petabita
Indonesia
•
23 Feb 2024
Berita Terbaru

Jumlah warga Australia pengidap demensia ‘onset’ dini akan meningkat 40 persen pada 2054
Indonesia
•
06 Feb 2026

Suar matahari yang kuat berpotensi ganggu komunikasi
Indonesia
•
06 Feb 2026

Mutasi genetika hambat pengobatan skizofrenia baru
Indonesia
•
05 Feb 2026

Sehelai rambut bisa buktikan kekuatan ikatan ibu dan anak
Indonesia
•
05 Feb 2026
