
AS setujui penjualan sistem ‘anti-drone’ untuk Qatar senilai 1 miliar dolar AS

Foto yang diabadikan pada 9 November 2022 ini memperlihatkan sebuah pesawat nirawak buatan China yang dipamerkan di Pameran Penerbangan dan Dirgantara Internasional China (China International Aviation and Aerospace Exhibition) ke-14, yang juga dikenal dengan nama Airshow China, di kota pelabuhan Zhuhai, Provinsi Guangdong, China selatan. Berbagai pesawat nirawak (unmanned aerial vehicle/UAV) dan sistem anti-drone buatan China dipamerkan di Airshow China ke-14. (Xinhua/Liu Dawei)
Sistem anti-drone buatan Amerika dijual ke Qatar – guna mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional AS – dalam kesepakatan senilai 1 miliar dolar AS.
Jakarta (Indonesia Window) – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Selasa (29/11) menyetujui penjualan sistem anti-drone canggih untuk Qatar dalam kesepakatan senilai 1 miliar dolar AS.Qatar memesan 10 Fixed Site-Low, Slow, Small Unmanned Aircraft System Integrated Defeat System (FS-LIDS), menurut pernyataan dari Pentagon.Departemen Luar Negeri AS mengatakan penjualan itu akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional AS “dengan membantu meningkatkan keamanan negara sahabat yang terus menjadi kekuatan penting bagi stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Timur Tengah.”Penjualan sistem anti-drone buatan Amerika yang diusulkan tersebut tidak akan mengubah keseimbangan dasar militer di wilayah tersebut, menurut Departemen Luar Negeri.Kesepakatan itu juga diharapkan mencakup 200 pencegat Coyote Block 2, Counter Unmanned Electronic Warfare System (CUAEWS); Peluncur dan peralatan Coyote.Kontraktor utama adalah Raytheon Technologies, SRC dan Northrop Grumman, kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.Lima orang tambahan pemerintah AS dan 15 perwakilan kontraktor AS akan dikirim ke Qatar selama lima tahun untuk mendukung kegiatan lapangan, pelatihan, dan pemeliharaan.Di bawah pemerintahan Trump, AS menyetujui kesepakatan senjata senilai 21 miliar dolar AS untuk persenjataan AS, termasuk 36 jet tempur F-15QA.Qatar meminta untuk membeli drone MQ-9 Reaper buatan AS setelah kesepakatan AS-Uni Emirat Arab (UEA) yang membuat Washington menyetujui penjualan jet tempur F-35 ke UEAPresiden Joe Biden kemudian menunjuk Qatar sebagai sekutu utama non-NATO pada bulan Maret, yang memungkinkan Doha berada di kelompok negara yang diberikan keuntungan pertahanan, perdagangan, dan keamanan tertentu dengan AS.Al-Udeid di Qatar juga merupakan rumah bagi pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah dan negara tersebut memainkan peran kunci dalam membantu AS mengevakuasi warga negara, penduduk tetap yang sah, dan warga Afghanistan lainnya setelah kekacauan penarikan pasukan AS yang diperintahkan oleh Biden pada tahun 2021.*1 dolar AS = 15.697 rupiahSumber: Al Arabiya EnglishLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Karhutla di barat Melbourne, Australia, membesar tiga kali lipat, ribuan orang diminta mengungsi
Indonesia
•
25 Dec 2024

COVID-19 – Latvia umumkan empat pekan penguncian karena lonjakan kasus
Indonesia
•
20 Oct 2021

AS desak warganya tinggalkan Timur Tengah karena adanya "risiko keamanan serius"
Indonesia
•
03 Mar 2026

Pakar Afghanistan: Perang lawan terorisme jadi alat AS implementasikan hegemoni
Indonesia
•
13 Sep 2022


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
