
Karhutla di barat Melbourne, Australia, membesar tiga kali lipat, ribuan orang diminta mengungsi

Foto yang diabadikan pada 3 Februari 2020 ini menunjukkan asap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di bagian selatan Wilayah Ibu Kota Australia (Australian Capital Territory/ACT) bergerak menyelimuti ibu kota Australia, Canberra. (Xinhua/Chu Chen)
Kebakaran hutan dan lahan dahsyat di beberapa kota di sebelah barat Melbourne di Negara Bagian Victoria, Australia, terus berkobar di luar kendali.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Warga beberapa kota di sebelah barat Melbourne di Negara Bagian Victoria, Australia, telah diperintahkan untuk segera mengungsi karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dahsyat di dekatnya terus berkobar di luar kendali.Pada Sabtu (21/12) pagi waktu setempat, peringatan untuk segera mengungsi diberlakukan untuk enam kota di dalam dan sekitar Taman Nasional Grampians, sekitar 230 kilometer sebelah barat Melbourne, yang berada di bawah ancaman karhutla.Alan Slijepcevic, seorang komandan dari Otoritas Pemadam Kebakaran Negara Australia, mengatakan bahwa kebakaran, yang dipicu oleh petir pada Senin (16/12), telah bertambah luas dari semula memengaruhi 7.500 hektare lahan pada Jumat (20/12) pagi waktu setempat menjadi lebih dari 28.000 hektare pada Sabtu akibat suhu melebihi 30 derajat Celsius dan diperparah oleh angin kencang.Slijepcevic menjelaskan bahwa sekitar 400 petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api menggunakan 100 tangki air, 25 pesawat pemadam kebakaran, dan alat berat lainnya."Ada area kebakaran yang luas, dan akan terus terbakar akibat banyaknya titik api dan titik panas di sebelah utara lokasi kebakaran," kata Slijepcevic.Sekitar 2.500 orang telah diperintahkan untuk segera mengungsi.Selain masyarakat yang diminta untuk mengungsi, penduduk di sembilan kota lainnya juga disarankan untuk bersiap-siap meninggalkan daerah mereka.Angin kencang membawa asap kebakaran ke Melbourne pada Jumat malam waktu setempat hingga menyelimuti kota itu, mengubah warna cakrawala menjadi oranye. Asap mulai berangsur-angsur hilang pada Sabtu pagi.Taman Nasional Grampians telah ditutup, dan pengunjung diminta untuk menjauhi lokasi tersebut.Perubahan cuaca yang sejuk menyapu sebagian besar wilayah Victoria pada Jumat malam, dan Biro Meteorologi negara itu pun mengatakan bahwa kondisi ini akan memberikan kemudahan selama akhir pekan.Peringatan untuk waspada dan bertindak juga telah dikeluarkan untuk dua karhutla lainnya, yakni satu di Bullengarook di sebelah barat laut Melbourne dan satu lainnya di sebelah tenggara Melbourne. Warga sekitar diminta untuk terus memantau perkembangan situasi dan siap bertindak cepat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Israel tinggalkan Koridor Netzarim, warga Gaza cari tanda-tanda kehidupan di reruntuhan
Indonesia
•
12 Feb 2025

New York terapkan skema penetapan tarif kemacetan, jadi yang pertama di AS
Indonesia
•
07 Jan 2025

Rusia larang tambahan 77 warga AS masuki wilayahnya sebagai langkah balasan
Indonesia
•
09 Feb 2023

Kadryov ingin bangun perusahaan militer untuk ambil alih tentara bayaran Rusia
Indonesia
•
20 Feb 2023


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
