
Antarmuka penciuman nirkabel hadirkan aroma pada pengalaman VR

Seorang anak menjajal perangkat VR di Museum Sains dan Teknologi Nanjing di Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 1 Mei 2023. (Xinhua/Fang Dongxu)
Sebelumnya, sistem antarmuka manusia-komputer yang menyimulasikan penglihatan, suara, dan sentuhan dalam aplikasi realitas virtual (virtual reality/VR) telah dikembangkan, sedangkan sistem antarmuka penciuman nirkabel belum ada.
Beijing, China (Xinhua) – Tim peneliti China berhasil merancang sejenis antarmuka penciuman nirkabel untuk aplikasi realitas virtual (virtual reality/VR), ungkap sebuah artikel penelitian yang baru-baru ini diterbitkan di jurnal Nature Communications.Antarmuka penciuman berbentuk miniatur yang lembut tersebut dapat membuat penggunanya mencium berbagai aroma, seperti rosemary, mojito, panekuk, dan durian.Sebelumnya, sistem antarmuka manusia-komputer yang menyimulasikan penglihatan, suara, dan sentuhan dalam VR telah dikembangkan, sedangkan sistem dengan umpan balik penciuman belum ada.Para peneliti dari Beihang University dan City University of Hong Kong mengoptimalkan pemilihan material, tata letak desain, serta manajemen daya, menurut artikel tersebut. Generator aroma menunjukkan kinerja luar biasa dalam berbagai aspek, termasuk tingkat respons, kontrol konsentrasi bau, operasi kontinu jangka panjang, stabilitas mekanis atau listrik yang tinggi, serta konsumsi daya yang rendah.Ada dua pilihan untuk sistem antarmuka penciuman nirkabel. Salah satunya dilengkapi dengan generator aroma berskala milimeter yang menempel langsung ke kulit di bawah hidung dan memiliki dua opsi aroma. Sementara itu, pilihan lainnya berupa masker lembut yang menghasilkan sembilan aroma berbeda.Para peneliti memperagakan kemampuan penyesuaian antarmuka ini dengan 30 aroma berbeda, termasuk nanas, jahe, teh hijau, karamel, dan permen.Antarmuka penciuman yang lembut dianggap memiliki potensi besar dalam aplikasi praktis, seperti hiburan, pendidikan, dan antarmuka manusia-mesin.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Megafactory Tesla di Shanghai mulai uji coba produksi
Indonesia
•
31 Dec 2024

Kapal penelitian China rampungkan misi penelitian laut dalam di perairan dekat Oseania
Indonesia
•
14 Mar 2023

Studi terbaru ungkap anak-anak prasekolah di AS terpapar bahan kimia yang berpotensi bahaya
Indonesia
•
02 Jul 2025

Jantung ternyata punya ‘kalender’ sendiri, 70 persen orang ikuti ritme hingga berbulan-bulan
Indonesia
•
15 Sep 2026


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
