Tim peneliti China rilis peta karbon organik untuk kawasan tanah hitam global

Foto dari udara yang diabadikan pada 23 Mei 2022 ini menunjukkan sebuah areal tanah hitam yang telah ditanami benih di Desa Guangrong yang berlokasi di Kota Hailun, Provinsi Heilongjiang, China timur laut. (Xinhua/Xie Jianfei)
Kandungan karbon organik tanah (soil organic carbon/SOC) di kawasan-kawasan tanah hitam global menunjukkan tren penurunan, yang dapat dibagi menjadi fase penurunan signifikan dari 1984 hingga 2000 dan fase penurunan moderat dari 2001 hingga 2021.
Beijing, China (Xinhua) – Sekelompok peneliti China merilis peta data kandungan karbon organik tanah (soil organic carbon/SOC) untuk kawasan tanah hitam global, menyoroti kuantifikasi agroekosistem dan ketahanan pangan global, menurut jurnal Remote Sensing of Environment edisi terbaru.Tanah hitam adalah tanah mineral yang mempunyai horizon permukaan hitam, diperkaya dengan karbon organik sedalam minimal 25 cm.Penelitian menunjukkan bahwa siklus karbon dipengaruhi oleh tanah pertanian. Pemetaan kandungan SOC secara akurat dapat membantu memperjelas kapasitas penyerapan karbon, mengukur agroekosistem, dan berkontribusi bagi ketahanan pangan global. Namun, masih sulit untuk mendapatkan kumpulan data kandungan SOC yang dapat diandalkan.Studi yang diterbitkan dalam jurnal Remote Sensing of Environment tersebut dilakukan oleh para peneliti dari Institut Geografi dan Agroekologi Timur Laut (Northeast Institute of Geography and Agroecology) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS). Menurut jurnal itu, para peneliti mengumpulkan lebih dari 191.000 scene citra penginderaan jarak jauh dan data model elevasi, serta menggunakan model jaringan neural konvolusional pembelajaran meta guna menghasilkan peta data beresolusi tinggi untuk kawasan tanah hitam global.Data penelitian tersebut menunjukkan bahwa kandungan SOC di kawasan-kawasan tanah hitam global menunjukkan tren penurunan, yang dapat dibagi menjadi fase penurunan signifikan dari 1984 hingga 2000 dan fase penurunan moderat dari 2001 hingga 2021.Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa empat kawasan tanah hitam utama di dunia memiliki tingkat penurunan SOC yang berbeda-beda. Tingkat penurunan SOC di Dataran Rusia-Ukraina serta Dataran Pampas di Amerika Selatan lebih tinggi dibandingkan di China timur laut dan Lembah Sungai Mississippi di Amerika Utara.Studi tersebut menunjukkan bahwa penelitian ini dapat memberikan referensi bagi observasi jangka panjang properti tanah dan tanaman dengan resolusi menengah dan tinggi di seluruh dunia.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

MediaTek luncurkan ‘chipset’ andalan Dimensity 9300 untuk dukung AI
Indonesia
•
08 Nov 2023

Presiden China dorong lebih banyak pekerja saintek berpartisipasi dalam popularisasi sains
Indonesia
•
24 Jul 2023

Peneliti China ungkap mekanisme panen tinggi tomat hasil budi daya
Indonesia
•
12 Apr 2024

Studi ungkap vaksinasi atau ‘booster’ COVID-19 saat masa kehamilan lindungi bayi selama 6 bulan
Indonesia
•
15 Feb 2024
Berita Terbaru

Pola makan vegan dan vegetarian mman bagi pertumbuhan bayi
Indonesia
•
10 Feb 2026

Hidrogen dan manufaktur hijau, kunci penting transisi energi rendah karbon
Indonesia
•
10 Feb 2026

Studi sebut perubahan iklim picu lonjakan infeksi serius di wilayah terdampak banjir
Indonesia
•
09 Feb 2026

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026
