Jalan kota kuno terpanjang ditemukan di situs ibu kota China kuno yang berumur 3.000 tahun

Foto dari udara yang diabadikan dengan 'drone' pada 23 Februari 2024 ini menunjukkan situs istana dan area kuil leluhur kerajaan di Reruntuhan Yin (kanan) dan bangunan baru Museum Yinxu di Anyang, Provinsi Henan, China tengah. (Xinhua/Li An)
Sisa-sisa jalan kota kuno yang berumur lebih dari 3.000 tahun ditemukan di Yinxu, atau Reruntuhan Yin, di Provinsi Henan, China tengah, menandai jalan raya perkotaan terpanjang yang pernah ditemukan di situs itu, yang pernah menjadi ibu kota dari Dinasti Shang (Yin) (1600 SM-1046 SM).
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim arkeolog berhasil menemukan sisa-sisa jalan kota kuno yang berumur lebih dari 3.000 tahun di Yinxu, atau Reruntuhan Yin, di Provinsi Henan, China tengah.Tim arkeolog tersebut telah melakukan penggalian dan mengonfirmasi keberadaan jalan utama utara-selatan, dengan parit sepanjang 1,6 kilometer dan cekungan bekas roda yang padat di bagian permukaannya. Penemuan ini menandai jalan raya perkotaan terpanjang yang pernah ditemukan di situs itu, yang pernah menjadi ibu kota dari Dinasti Shang (Yin) (1600 SM-1046 SM).Penemuan baru tersebut diungkap dalam sesi pengarahan yang diadakan oleh Administrasi Warisan Budaya Nasional China pada Kamis (26/12), menyoroti kemajuan terbaru dalam sebuah proyek yang mengeksplorasi arkeologi di China.Pasir halus yang bercampur dengan pecahan tembikar dan batu-batu kecil ditemukan di permukaan jalan tersebut. Peninggalan budaya seperti potongan patung kuda perunggu dan kapak batu juga telah ditemukan di tanah di sekitarnya, menurut Niu Shishan, seorang peneliti di Institut Arkeologi Akademi Ilmu Sosial China yang bertanggung jawab atas pekerjaan penggalian itu."Lebih dari 3.000 tahun yang lalu, jalan ini kemungkinan besar dipadati oleh kereta dan kuda, dengan arus lalu lintas yang konstan," kata Niu.Penemuan baru ini, bersama dengan sisa-sisa jalan dan parit yang ditemukan sebelumnya, mengungkap sebuah pola jaringan jalan perkotaan ibu kota Dinasti Shang, yang menampilkan jaringan tiga jalan utama timur-barat dan tiga jalan utama utara-selatan.Jaringan jalan dan parit yang baru ditemukan tersebut, yang dikonfirmasi pada tahun ini, melengkapi reruntuhan linear skala besar di tepi utara Sungai Huanhe di reruntuhan Yin, kata Niu, seraya menambahkan bahwa temuan-temuan ini telah memberikan pemahaman awal bagi para arkeolog tentang kerangka perkotaan di area ini, menandai terobosan signifikan dalam studi perencanaan dan tata letak kota ibu kota Dinasti Shang.Studi tentang skala, tata letak, dan zonasi fungsional Reruntuhan Yin telah lama menjadi fokus utama para arkeolog di lokasi tersebut.Setelah bertahun-tahun melakukan penggalian di tepi utara sungai itu, para arkeolog pada 2024 menemukan sejumlah jalan dan parit di area tersebut. Beberapa jalan ini memiliki lebar lebih dari 15 meter, dengan titik terlebar membentang hampir 30 meter, yang mengindikasikan bahwa jalan tersebut merupakan jalan utama di ibu kota pada saat itu.Jalan-jalan utama yang ditemukan di area tersebut terpisah sejauh 320 hingga 550 meter, sementara beberapa jalan level menengah terpisah sejauh sekitar 100 meter. Jalan-jalan ini saling terhubung, menunjukkan bukti yang jelas tentang perencanaan manusia yang dilakukan dengan sengaja, menurut Niu.Berdasarkan temuan penggalian arkeologi sebelumnya, telah dikonfirmasi bahwa jalan-jalan di ibu kota Shang secara umum dapat diklasifikasikan menjadi tiga level berdasarkan lebarnya, atau disebut sebagai main road atau jalan utama untuk aktivitas lalu lintas skala besar, street atau jalanan yang dikelilingi bangunan, dan alley atau jalan kecil, kata Niu.Berlokasi di Kota Anyang, Henan, Reruntuhan Yin yang berumur 3.300 tahun merupakan situs ibu kota Dinasti Shang pertama yang didokumentasikan di China, seperti yang dikonfirmasi oleh penggalian arkeologis dan prasasti tulang ramalan.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Penelitian: Pilek dapat disembuhkan dengan hidung yang hangat
Indonesia
•
08 Dec 2022

Tim peneliti ungkap misteri di balik kepunahan kera raksasa
Indonesia
•
12 Jan 2024

Tim ilmuwan China memulai ekspedisi ilmiah Samudra Arktika ke-13
Indonesia
•
13 Jul 2023

Lampu minyak berusia 1.700 tahun ditemukan di Turki
Indonesia
•
21 Nov 2019
Berita Terbaru

Pola makan vegan dan vegetarian mman bagi pertumbuhan bayi
Indonesia
•
10 Feb 2026

Hidrogen dan manufaktur hijau, kunci penting transisi energi rendah karbon
Indonesia
•
10 Feb 2026

Studi sebut perubahan iklim picu lonjakan infeksi serius di wilayah terdampak banjir
Indonesia
•
09 Feb 2026

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026
