
Ilmuwan China temukan senyawa alami untuk hambat pertumbuhan kanker hati

Foto dokumentasi yang diabadikan pada September 2024 ini menunjukkan para anggota tim peneliti yang dipimpin oleh Ye Sheng, profesor di Universitas Tianjin, sedang bekerja di sebuah laboratorium di Tianjin, China utara. (Xinhua)
Silybin menghambat pertumbuhan tumor, baik dalam kultur sel maupun hewan percobaan, sehingga menunjukkan potensi senyawa itu sebagai agen antikanker yang menjanjikan.
Tianjin, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ilmuwan China berhasil mengidentifikasi mekanisme transportasi laktat dan menyaring silybin, senyawa alami yang mengganggu jalur mekanisme transportasi tersebut untuk menekan proliferasi kanker hati. Laktat sendiri merupakan bahan bakar metabolik yang sangat penting untuk sel kanker.Sel-sel kanker dapat menghasilkan laktat, baik dalam kondisi hipoksia maupun normoxia, yang tidak hanya memacu pertumbuhan tumor, tetapi juga merusak pengawasan imun dengan menghambat fungsi sel imun.Setelah produksi laktat, pengangkut monokarboksilat (MCT1) memainkan peran penting dalam transportasi laktat. MCT1 mengekspor laktat dari sel-sel kanker untuk menjaga keseimbangan pH intraseluler sambil memberikan energi ke sel-sel tumor di dekatnya.Dengan mengidentifikasi mekanisme transportasi MCT1 dan mengganggu transportasi laktat, tim peneliti yang dipimpin oleh Ye Sheng, seorang profesor di Universitas Tianjin, meluncurkan strategi terapeutik yang menjanjikan untuk intervensi kanker.Studi tersebut menemukan bahwa transportasi laktat yang efisien oleh MCT1 bergantung pada interaksi asam amino yang tepat. Berdasarkan temuan ini, para peneliti mengidentifikasi silybin, senyawa alami yang berasal dari pengobatan tradisional China (traditional Chinese medicine/TCM), sebagai penghambat MCT1. Silybin secara tepat berikatan dengan kantong substrat pengangkut, sehingga mengganggu fungsi MCT1 dan menyebabkan akumulasi racun di dalam sel-sel kanker.Eksperimen laboratorium mengonfirmasi bahwa silybin menghambat pertumbuhan tumor, baik dalam kultur sel maupun hewan percobaan, sehingga menunjukkan potensi senyawa itu sebagai agen antikanker yang menjanjikan, tutur Ye."Penelitian ini tidak hanya memperdalam pemahaman kita tentang metabolisme kanker, tetapi juga meletakkan dasar untuk pengembangan terapi kanker generasi berikutnya. Kami bermaksud memberikan opsi pengobatan yang lebih aman dan efektif bagi pasien kanker di masa depan," imbuh Ye.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tesla pakai AI China Doubao, bisa diajak ‘ngobrol’ dan ‘nyanyi’
Indonesia
•
20 Aug 2026

China rilis peta global pertama terkait amonia di atmosfer yang diamati oleh satelit Fengyun
Indonesia
•
12 Dec 2023

Sel Surya tandem perovskit-organik bisa menyala terus 625 jam, tetap pertahankan 90 persen performanya
Indonesia
•
17 Jul 2026

Telaah – China sambut layanan kesehatan berteknologi AI dengan hati-hati
Indonesia
•
09 Dec 2024


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
