
Mesir kecam pernyataan menteri Israel terkait kedaulatan di Tepi Barat

Seorang pria berjalan melewati sejumlah kendaraan militer Israel dalam penyerbuan Israel di Tulkarm, Tepi Barat bagian utara, pada 7 November 2024. Seorang pria Palestina berusia 22 tahun tewas pada Kamis (7/11) akibat tembakan tentara Israel dalam sebuah operasi militer yang sedang berlangsung di Tulkarm, Tepi Barat bagian utara, demikian menurut sejumlah sumber medis Palestina. (Xinhua/Nidal Eshtayeh)
Sikap masyarakat internasional menyerukan diakhirinya pendudukan Israel serta berdirinya negara Palestina yang merdeka di sepanjang perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Kairo, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Mesir mengecam "dengan sangat keras" pernyataan terbaru Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich yang menyerukan pemberlakuan kedaulatan dan perluasan permukiman Israel di Tepi Barat, seperti disampaikan Kementerian Luar Negeri Mesir dalam sebuah pernyataan pada Selasa (12/11).Pernyataan Mesir menganggap pernyataan Smotrich sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, hukum kemanusiaan internasional, dan semua resolusi Dewan Keamanan yang relevan, di samping Pendapat Penasihat (Advisory Opinion) yang dikeluarkan oleh Mahkamah Internasional mengenai pendudukan Israel atas wilayah Palestina."Smotrich menyampaikan komentar tersebut pada Senin (11/11), mengungkapkan harapannya agar pada 2025 nanti Israel akan memperluas kedaulatannya atas Tepi Barat yang diduduki, dengan dukungan pemerintahan Amerika Serikat mendatang di bawah kepemimpinan presiden terpilih Donald Trump.
Para pria Yahudi ultra-Ortodoks berhadapan dengan aparat kepolisian di Yerusalem, pada 30 Juni 2024, saat memprotes keputusan Mahkamah Agung Israel yang menyatakan bahwa pemerintah harus mengikutsertakan pria ultra-Ortodoks ke dalam wajib militer. Mahkamah Agung Israel pada 25 Juni lalu memutuskan bahwa pemerintah harus mengikutsertakan pria ultra-Ortodoks ke dalam wajib militer, sebuah keputusan yang mengancam kestabilan pemerintahan koalisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah perang yang sedang berlangsung di Gaza. (Xinhua/Jamal Awad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi berencana tambah jumlah jamaah umroh 120.000 per hari
Indonesia
•
15 Aug 2021

Menlu China tekankan pentingnya stabilitas hubungan China-AS
Indonesia
•
06 Jan 2023

Taliban perintahkan pemilik toko potong kepala manekin
Indonesia
•
05 Jan 2022

Pemimpin UE waspada arus migrasi, serukan deeskalasi di Timur Tengah
Indonesia
•
20 Mar 2026


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
