
Setiap bayi di Singapura terima 976 juta rupiah, ini rinciannya

Anak-anak memperlihatkan karya kaligrafi yang baru saja mereka terima sebagai bagian dari perayaan Imlek, yang digelar di pusat keuangan Singapura pada 29 Januari 2026. (Xinhua/Then Chih Wey)
Singapura (Xinhua/Indonesia Window) – Singapura akan memperkuat dukungan bagi keluarga dengan meningkatkan cuti pengasuhan anak, memperluas bantuan keuangan untuk anak, mengurangi biaya prasekolah, dan meningkatkan akses perumahan, kata Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong pada Ahad (23/8).
Berdasarkan skema cuti pengasuhan anak yang baru, setiap orang tua yang bekerja akan menerima delapan hari cuti setiap tahun untuk satu anak berusia 12 tahun ke bawah, 10 hari untuk dua anak, dan 12 hari untuk tiga anak atau lebih, katanya saat menyampaikan pidato Rapat Umum Hari Nasional 2026.
Setiap bayi yang baru lahir akan menerima dukungan keuangan langsung senilai hampir 70.000 dolar Singapura atau 55.141 dolar AS selama masa kanak-kanaknya, termasuk kredit anak tahunan dan tambahan bantuan terkait pendidikan.
*1 dolar Singapura = 13.943 rupiah
**1 dolar AS = 17.705 rupiah
Pemerintah Singapura juga berencana untuk mengurangi biaya penitipan anak sehari penuh menjadi 150 dolar Singapura per bulan dan biaya perawatan bayi menjadi 300 dolar Singapura per bulan, terlepas dari pendapatan rumah tangga, sembari memberikan subsidi tambahan kepada keluarga berpenghasilan rendah.
Pemerintah juga akan meningkatkan batas pendapatan rumah tangga untuk perumahan publik bersubsidi dan meningkatkan prioritas bagi keluarga yang baru pertama kali memiliki anak dalam mendapatkan unit hunian baru, sebagai bagian dari langkah yang lebih luas untuk membantu warga Singapura membangun keluarga.
Lebih lanjut, pemerintah Singapura akan menaikkan batas pendapatan untuk unit hunian ‘Build-to-Order’ bersubsidi menjadi 16.000 dolar Singapura dari 14.000 dolar Singapura dan untuk kondominium eksekutif menjadi 18.000 dolar Singapura dari 16.000 dolar Singapura.
Wong mengatakan langkah-langkah tersebut bertujuan untuk mendukung orang tua sepanjang perjalanan mereka membesarkan anak, daripada memusatkan bantuan hanya pada masa kelahiran.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Makam bapak ular Indonesia asal Jerman ada di Kebun Raya Bogor
Indonesia
•
25 Jan 2020

Menjadi simbol peradaban, acara budaya teh China digelar di Jakarta
Indonesia
•
22 May 2026

COVID-19 – Kanada konfirmasi 50.000 lebih kematian akibat infeksi virus
Indonesia
•
31 Jan 2023

Wali kota Cairns apresiasi peran masyarakat Indonesia di Australia
Indonesia
•
28 Jul 2019


Berita Terbaru

Kabut asap landa Malaysia, ISPA tembus 3.674 kasus
Indonesia
•
24 Aug 2026

Selandia Baru siapkan larangan medsos untuk anak di bawah 16 tahun, platform bisa didenda 10 persen dari pendapatan global
Indonesia
•
24 Aug 2026

Kawasan Wisata Gunung Bromo dibuka kembali setelah penanganan karhutla selama 13 hari
Indonesia
•
23 Aug 2026

Feature – Bukan lagi sekadar Tembok Besar, wisatawan dunia kini ingin merasakan ‘China Cool’
Indonesia
•
22 Aug 2026
