
Kabut asap landa Malaysia, ISPA tembus 3.674 kasus

Para siswa menaiki perahu melintasi Sungai Musi di tengah selubung asap di Palembang, Sumatra Selatan, Indonesia, pada 17 September 2019. (Xinhua/Muhammad Fadjrie)
Kuala Lumpur, Malaysia (Xinhua/Indonesia Window) – Lonjakan tajam dalam jumlah kasus asma dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) tercatat di tengah kondisi kabut asap yang melanda beberapa wilayah di Malaysia, demikian disampaikan Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad pada Ahad (23/8)
Pemantauan yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa kasus asma meningkat sebesar 259 persen, sementara kasus ISPA naik sebesar 124 persen selama pekan epidemiologi ke-32 dan ke-33 (dari 9 Agustus hingga 22 Agustus), kata Dzulkefly dalam sebuah taklimat media.
"ISPA mencatat angka tertinggi yaitu 3.674 kasus, mengalami kenaikan dari 1.637 kasus, sementara kasus asma mencapai 219 dibandingkan dengan sebelumnya 61 kasus," ujarnya.
Dzulkefly menyebutkan tujuh wilayah mencatat angka Indeks Polusi Udara (Air Pollutant Index/API) yang tidak sehat per Ahad pukul 08.00 pagi waktu setempat, dengan lima di antaranya berada di Negara Bagian Sarawak, bagian utara Pulau Kalimantan, yaitu Serian (197), Kuching (185), Sri Aman (178), Samarahan (176), dan Sarikei (128). Area-area lainnya adalah Sungai Petani di Negara Bagian Kedah dan Taiping di Negara Bagian Perak, yang keduanya mencatat nilai API sebesar 126.
Menurut peringkat kualitas udara di negara tersebut, angka API nol hingga 50 dikategorikan sebagai ‘baik’, 51 hingga 100 sebagai ‘moderat’, 101 hingga 200 sebagai ‘tidak sehat’, 201 hingga 300 sebagai ‘sangat tidak sehat’, dan 301 ke atas adalah ‘berbahaya’.
Mengenai penyakit akibat cuaca panas, Dzulkefly mengatakan 90 kasus telah tercatat selama pekan epidemiologi ke-30 hingga ke-32 (26 Juli hingga 15 Agustus), yang terdiri dari 71 kasus kelelahan akibat panas, 14 kasus sengatan panas, dan lima kasus kram akibat panas (heat cramps).
Selain itu, Dzulkefly juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan, dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala apa pun.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sering terlibat dalam kegiatan sosial bermanfaat bagi lansia
Indonesia
•
15 Mar 2023

COVID-19 – Dua subvarian baru sumbang lebih dari separuh kasus baru di AS
Indonesia
•
29 Nov 2022

Perangi penggurunan, Mongolia telah tanam 114,6 juta pohon sejak 2021
Indonesia
•
04 Oct 2025

Pariwisata medis Mesir manfaatkan kekayaan sumber daya penyembuhan alami
Indonesia
•
16 May 2023


Berita Terbaru

Selandia Baru siapkan larangan medsos untuk anak di bawah 16 tahun, platform bisa didenda 10 persen dari pendapatan global
Indonesia
•
24 Aug 2026

Setiap bayi di Singapura terima 976 juta rupiah, ini rinciannya
Indonesia
•
24 Aug 2026

Kawasan Wisata Gunung Bromo dibuka kembali setelah penanganan karhutla selama 13 hari
Indonesia
•
23 Aug 2026

Feature – Bukan lagi sekadar Tembok Besar, wisatawan dunia kini ingin merasakan ‘China Cool’
Indonesia
•
22 Aug 2026
