
Serikat petani Prancis cabut blokade jalan usai pemerintah tawarkan bantuan baru

Para petani Prancis menduduki dan memblokir jalan tol A1 antara Lille dan Paris dalam aksi unjuk rasa di Lesquin, Prancis utara, pada 25 Januari 2024. (Xinhua/Sebastien Courdji)
Serikat petani Prancis menyerukan agar aksi pemblokiran jalan dihentikan pada Kamis (1/2) sore waktu setempat setelah pemerintah menawarkan lebih banyak bantuan dan dukungan.
Paris, Prancis (Xinhua) – Dua serikat petani utama di Prancis menyerukan agar aksi pemblokiran jalan dihentikan pada Kamis (1/2) sore waktu setempat setelah pemerintah menawarkan lebih banyak bantuan dan dukungan."Beberapa poin yang kita sampaikan telah didengar," ujar Arnaud Rousseau, presiden serikat petani nasional Prancis (FNSEA), dalam sebuah konferensi pers."Berdasarkan semua yang telah diumumkan, kita perlu mengubah bentuk aksi kita. Oleh karena itu, kami menyerukan agar kantor-kantor lokal mengakhiri blokade dan beralih ke bentuk aksi unjuk rasa yang lain," kata Presiden Serikat Petani Muda Arnaud Gaillot.
Para petani Prancis memblokir jalan raya dengan traktor mereka dalam sebuah aksi unjuk rasa di Longvilliers, dekat Paris, Prancis, pada 29 Januari 2024. (Xinhua/Aurelien Morissard)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Israel rencana bunuh pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei
Indonesia
•
17 Jun 2025

NPR: AS janjikan Ukraina bom tandan yang pernah tewaskan ribuan warga sipil di Laos
Indonesia
•
14 Jul 2023

Para pebisnis Inggris berpaling dari China karena ketegangan politik meningkat
Indonesia
•
31 Jul 2022

COVID-19 – Taiwan akan pangkas masa karantina jadi 3 hari
Indonesia
•
11 Jun 2022


Berita Terbaru

Negara-Negara UE sepakat jatuhkan sanksi terhadap pemukim Israel
Indonesia
•
12 May 2026

Ganggu penerbangan sipil, Israel minta pesawat militer AS tinggalkan bandara Ben Gurion
Indonesia
•
12 May 2026

Menteri kabinet senior Inggris desak PM Starmer tetapkan jadwal pengunduran dirinya
Indonesia
•
12 May 2026

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026
