
Selandia Baru Akan lepas pasokan bahan bakar setara 6 hari di bawah rencana minyak IEA

Seorang pengendara sepeda melewati dermaga peti kemas di sebuah pelabuhan di Auckland, Selandia Baru, pada 16 September 2022. (Xinhua/Zhao Gang)
Selandia Baru akan melepas pasokan bahan bakar yang setara dengan kebutuhan sekitar enam hari sebagai bagian dari langkah terkoordinasi oleh Badan Energi Internasional.
Wellington, Selandia Baru (Xinhua/Indonesia Window) – Selandia Baru akan melepas pasokan bahan bakar yang setara dengan kebutuhan sekitar enam hari sebagai bagian dari langkah terkoordinasi oleh Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA), demikian disampaikan pemerintah negara tersebut pada Kamis (12/3).
IEA telah memutuskan untuk melepas 400 juta barel minyak dari cadangan global dalam upaya menekan kenaikan harga yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.
Para menteri senior menggelar pertemuan pada Rabu (11/3) malam waktu setempat untuk meninjau persediaan bahan bakar dan rantai pasokan Selandia Baru sebagai bagian dari respons pemerintah, pertemuan sesi pertama Kelompok Menteri Keamanan Ekonomi dan Rantai Pasokan yang baru, dibentuk guna mengoordinasikan perencanaan lintas lembaga terkait keamanan energi dan perdagangan.
Shane Jones, wakil menteri energi Selandia Baru mengatakan bahwa negaranya, sebagai anggota IEA, memiliki kewajiban untuk berkontribusi dalam pelepasan cadangan strategis tersebut.
"Kontribusi Selandia Baru setara dengan pasokan bahan bakar untuk sekitar enam hari di negara ini. Kontribusi itu dapat dilakukan melalui langkah-langkah seperti menghentikan kontrak cadangannya (ticket) agar minyak tersebut dapat tersedia di pasar," papar Jones dalam sebuah siaran pers.
Dia menjelaskan bahwa anggota IEA berkewajiban untuk menyimpan cadangan minyak selama 90 hari, dan Selandia Baru memenuhi sebagian cadangannya melalui kontrak hak beli minyak (oil ticket).
"Pemerintah akan memastikan agar dampak terhadap warga Selandia Baru diminimalkan," imbuh Jones, menggambarkan kontribusi tersebut sebagai "upaya kecil namun signifikan" untuk menstabilkan pasar global.
Perusahaan-perusahaan bahan bakar di Selandia Baru melaporkan tidak ada kendala rantai pasokan yang signifikan dan bahwa tingkat persediaan bahan bakar masih tetap kuat, menurut pertemuan menteri tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Minyak jatuh di Asia karena ambil untung, fokus konflik Rusia-Ukraina
Indonesia
•
15 Feb 2022

Ekspor minyak sawit Indonesia meningkat 244 juta USD di bulan Juli
Indonesia
•
21 Sep 2020

Mesir dan UEA sepakati perjanjian swap mata uang
Indonesia
•
01 Oct 2023

Upah nominal buruh tani naik 0,31 persen pada Februari 2022
Indonesia
•
15 Mar 2022


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
