
Tim peneliti Australia luncurkan uji klinis untuk pengujian diagnostik ‘long COVID’

Seorang perempuan berjalan melewati Sydney Opera House di Sydney, Australia, pada 6 Juli 2022. (Xinhua/Hu Jingchen)
COVID-19 dapat mengganggu sistem imun tubuh jauh setelah penularan awal. Mereka yang menderita disfungsi imun tubuh paling parah nantinya mengalami gejala long COVID.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti Australia pada Selasa (19/8) menyampaikan bahwa mereka sedang merekrut partisipan untuk menjalani uji klinis guna mengembangkan pengujian diagnostik pertama di dunia terhadap long COVID atau COVID-19 berkepanjangan.Saat ini, belum ada pengujian apa pun yang dapat mendiagnosis long COVID, yang menyebabkan jutaan orang hidup dalam ketidakpastian, namun penemuan sebuah penanda biologis (biomarker) potensial memberikan harapan untuk pengujian diagnostik di masa mendatang, sebut sebuah pernyataan yang dirilis oleh Universitas Adelaide (University of Adelaide/UoA) Australia."Karena belum ada pengujian yang dapat secara jelas mendiagnosis long COVID, pasien harus menjalani proses eliminasi yang panjang, yang menambah tekanan dalam situasi yang sudah sulit," ujar Branka Grubor-Bauk, lektor kepala di UoA."Proses tersebut rumit dan pelaksanaannya sangat berbeda pada setiap orang," imbuh Grubor-Bauk.Proyek ini dikembangkan berdasarkan studi-studi UoA sebelumnya yang menunjukkan bahwa COVID-19 dapat mengganggu sistem imun tubuh jauh setelah penularan awal. Mereka yang menderita disfungsi imun tubuh paling parah nantinya mengalami gejala long COVID, urai Grubor-Bauk.Sekitar 5 persen pasien mengalami gejala seperti keletihan, kabut otak (brain fog), dan nyeri dada selama lebih dari tiga bulan pascapenularan, yang terkadang berlangsung hingga satu tahun, tanpa memandang usia atau tingkat keparahan penularan awal, tutur Grubor-Bauk.Para sukarelawan studi long COVID akan diambil sampel darahnya serta mengisi kuesioner gejala, dan pengujian lanjutan dilakukan jika gejala membaik untuk melacak biomarker, ujar tim peneliti itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China rilis katalog 105 bank plasma nutfah tanaman tropis
Indonesia
•
29 Sep 2024

Ekosistem mangrove efektif urai limbah budi daya laut
Indonesia
•
28 Apr 2026

Mamuju di Sulawesi Barat terpapar radiasi alam 9 kali lebih tinggi dari rata-rata dunia, masuk sorotan PBB
Indonesia
•
01 Mar 2026

Ada teknologi yang bisa memprediksi dunia dan vaksin yang melawan kanker, ini 10 inovasi terbesar 2026
Indonesia
•
23 Jun 2026


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
