
Satelit LEO China berhasil hubungkan Jakarta dan Jawa Barat, panggilan video ke Beijing lancar

Foto ini menunjukkan terminal komunikasi satelit ringan milik GalaxySpace yang ditempatkan di lokasi pengujian di Indonesia. (GalaxySpace/Xinhua)
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Pada Kamis (5/11), GalaxySpace, sebuah perusahaan satelit komersial asal China, bersama dengan penyedia layanan telekomunikasi Indonesia, PT Nusantara Star Connect (NSC), berhasil melaksanakan demonstrasi aplikasi perdana di Indonesia untuk Mini Spider, sebuah konstelasi uji komunikasi pita lebar (broadband) orbit rendah Bumi (low Earth orbit/LEO) yang dikembangkan secara mandiri oleh GalaxySpace, menurut keterangan pers perusahaan tersebut.
Uji coba tersebut menggunakan terminal komunikasi satelit ringan yang baru dikembangkan oleh GalaxySpace dan dirancang untuk pemasangan cepat di luar China.
Terminal-terminal itu ditempatkan di dua lokasi, yakni di Jakarta dan Jawa Barat, sehingga memungkinkan komunikasi ujung ke ujung (end-to-end) antara kedua lokasi.
Uji coba ini juga menunjukkan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan serta kinerja teknologi komunikasi satelit LEO GalaxySpace dalam kondisi iklim tropis di wilayah khatulistiwa.
Melalui Jaringan Mini Spider (Mini Spider Network), tim GalaxySpace di Indonesia berhasil melakukan panggilan video berdefinisi tinggi dengan rekan-rekan mereka di Beijing.
Tim tersebut juga mendemonstrasikan berbagai skenario aplikasi, seperti menjelajahi web, menonton siaran langsung, memantau lokasi jarak jauh, dan mentransfer berkas dari jarak jauh.
Menurut GalaxySpace, hasil pengujian itu mendapat sambutan positif dari para mitra lokal.
Sebagai salah satu negara kepulauan utama di Asia Tenggara, Indonesia memiliki kebutuhan yang besar akan komunikasi satelit, terutama untuk konektivitas di daerah terpencil, komunikasi maritim, operasi energi dan pertambangan, serta komunikasi darurat.
Menurut GalaxySpace, kebutuhan-kebutuhan ini menghadirkan peluang pasar yang signifikan. Seiring dengan terus berkembangnya infrastruktur digital di Indonesia, komunikasi satelit dapat berfungsi sebagai pelengkap penting bagi jaringan terestrial, sehingga membantu memperluas cakupan jaringan dan meningkatkan konektivitas.
Kolaborasi ini menandai kemajuan signifikan dalam upaya bersama GalaxySpace dengan mitra-mitra lokal untuk memvalidasi teknologi komunikasi satelit LEO dan mendemonstrasikan aplikasi potensialnya di Indonesia.
GalaxySpace menyatakan, ke depannya perusahaan akan terus memperkuat kemitraannya di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara, menjajaki berbagai peluang di pasar-pasar internasional baru, serta memajukan teknologi ruang angkasa demi kemaslahatan umat manusia.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China luncurkan model AI pertama untuk diagnosis penyakit langka
Indonesia
•
22 Feb 2025

Rusia kembangkan mesin baru untuk roket ultra-ringan
Indonesia
•
10 Apr 2026

China ungkap tugas-tugas dalam misi luar angkasa berawak Shenzhou-15
Indonesia
•
28 Nov 2022

China usulkan inisiatif kerja sama iptek internasional
Indonesia
•
08 Nov 2023


Berita Terbaru

Sisi gelap AI: Satu dari 15 orang dewasa alami pelecehan berbasis gambar hasil AI
Indonesia
•
05 Nov 2026

Belajar geologi kini lebih seru dan asyik dengan metode interaktif menggunakan teknologi 3D, AR, dan VR
Indonesia
•
05 Nov 2026

Terobosan AI: Model kecerdasan buatan mampu meningkatkan kemampuan dengan data buatannya sendiri
Indonesia
•
05 Nov 2026

China ungkap strategi baru kirim astronaut ke Bulan, dua roket diluncurkan terpisah
Indonesia
•
02 Nov 2026
