
Rusia kembangkan mesin baru untuk roket ultra-ringan

Foto tak bertanggal ini menunjukkan Jembatan Zhivopisny, sebuah landmark terkenal di Moskow, Rusia. (Alexander Smagin on Unsplash)
Mesin NK-3 dirancang untuk menghasilkan daya dorong sebesar 4,5 ton dan akan menggunakan bahan bakar ramah lingkungan. Mesin ini juga akan dilengkapi dengan sistem kendali vektor dorong, yang memungkinkan roket mengubah lintasan selama penerbangan serta meningkatkan akurasi.
St. Petersburg, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – United Engine Corporation (UEC) Rusia, yang merupakan bagian dari perusahaan teknologi milik pemerintah Rusia, Rostec, pada Kamis (9/4) mengatakan bahwa pihaknya sedang mengembangkan mesin baru bernama NK-3 untuk roket luar angkasa ultra-ringan.
Menurut UEC, mesin NK-3 dirancang untuk menghasilkan daya dorong sebesar 4,5 ton dan akan menggunakan bahan bakar ramah lingkungan. Mesin ini juga akan dilengkapi dengan sistem kendali vektor dorong, yang memungkinkan roket mengubah lintasan selama penerbangan serta meningkatkan akurasi.
Mesin NK-3 sedang dikembangkan untuk roket pengangkut ultra-ringan, Voronezh. Menurut rencana, tahap (stage) pertama roket itu akan menggunakan 12 mesin NK-3, sementara stage kedua akan menggunakan satu mesin NK-3.
Rostec mengatakan bahwa proyek ini akan membantu Rusia mulai mengoperasikan roket ultra-ringan dan memperluas pasar peluncuran satelit kecil. Perusahaan tersebut menambahkan bahwa beberapa versi mesin sedang dikembangkan, termasuk model yang mampu menyesuaikan daya dorong ke berbagai arah.
Mikhail Remizov, wakil direktur jenderal UEC, mengatakan proyek tersebut penting karena Rusia saat ini tidak memiliki mesin atau roket dalam kelas ini. Dia menuturkan bahwa mesin baru tersebut akan mendukung pertumbuhan industri antariksa Rusia.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan China berhasil biakkan domba unggul melalui penyuntingan gen
Indonesia
•
13 Aug 2022

Aktuator buatan dalam negeri China tingkatkan kinerja teleskop FAST
Indonesia
•
13 Apr 2024

Feature – Ajang Maraton Robot di Beijing dorong ‘evolusi cepat’ robot humanoid
Indonesia
•
20 Apr 2026

China rilis program pengembangan ilmu antariksa untuk periode 2024-2050
Indonesia
•
15 Oct 2024


Berita Terbaru

Ilmuwan ungkap jaringan komunikasi sel tersembunyi dengan teknik nanoskopi baru
Indonesia
•
18 May 2026

Pemanasan iklim picu penurunan kadar oksigen di sungai di seluruh dunia
Indonesia
•
17 May 2026

Baterai ion hibrida simpan hidrogen lebih mudah dan efisien
Indonesia
•
16 May 2026

Teknologi kloning molekuler hasilkan kambing perah berproduktivitas supertinggi
Indonesia
•
16 May 2026
