
China usulkan inisiatif kerja sama iptek internasional

Para peserta mengunjungi pameran dalam Konferensi Sabuk dan Jalur Sutra untuk Pertukaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pertama di Kota Chongqing, China barat daya, pada 6 November 2023. (Xinhua/Chu Jiayin)
Inisiatif kerja sama iptek internasional menyerukan advokasi dan praktik konsep kerja sama internasional yang terbuka, adil, setara, dan nondiskriminatif di bidang iptek, dengan berpegang pada prinsip bahwa "ilmu pengetahuan tidak mengenal perbatasan dan bermanfaat bagi seluruh umat manusia," serta bergandengan tangan untuk membangun komunitas iptek global.
Chongqing, China (Xinhua) – China untuk pertama kalinya mengusulkan inisiatif kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) internasional dalam Konferensi Sabuk dan Jalur Sutra untuk Pertukaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Kota Chongqing, China barat daya, pada Senin (6/11).Inisiatif itu menyerukan advokasi dan praktik konsep kerja sama internasional yang terbuka, adil, setara, dan nondiskriminatif di bidang iptek, dengan berpegang pada prinsip bahwa "ilmu pengetahuan tidak mengenal perbatasan dan bermanfaat bagi seluruh umat manusia," serta bergandengan tangan untuk membangun komunitas iptek global.Inisiatif tersebut mendesak perbaikan tata kelola iptek global, penguatan perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kolaborasi global dalam inovasi teknologi, dan pembangunan jaringan inovasi global.Lebih lanjut, inisiatif itu menyerukan kepatuhan terhadap arus bebas personel dan sumber daya inovasi teknologi di seluruh dunia, serta penguatan pertukaran talenta dan kerja sama. Inisiatif tersebut menganjurkan partisipasi yang setara dari semua negara dan lembaga penelitian ilmiah dalam kerja sama iptek internasional.Inisiatif itu juga menyerukan penguatan kolaborasi mendalam dan pembelajaran bersama antara badan-badan inovasi teknologi, serta mengeksplorasi mode-mode baru yang saling memberikan manfaat dan saling menguntungkan dalam kerja sama inovasi teknologi global."Saat ini, perubahan-perubahan penting yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam satu abad ini semakin cepat terjadi di seluruh dunia dan pembangunan manusia menghadapi berbagai tantangan yang semakin besar," ujar Yin Hejun, Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China.Masyarakat manusia kini memerlukan kerja sama internasional yang terbuka dan saling berbagi lebih dari sebelumnya, dan harus mencari solusi untuk isu-isu global melalui kerja sama dalam inovasi teknologi guna mengatasi berbagai tantangan zaman serta mendorong pembangunan yang damai, tutur Yin.Data resmi yang dirilis pada konferensi tersebut, yang ditutup pada Selasa (7/11), menunjukkan bahwa China telah menandatangani perjanjian antarpemerintah mengenai kerja sama iptek dengan lebih dari 80 negara peserta pembangunan bersama Sabuk dan Jalur Sutra. China juga bersama-sama membangun lebih dari 50 laboratorium Sabuk dan Jalur Sutra di berbagai bidang seperti kesehatan, transportasi, material dan energi, serta mendirikan lebih dari 20 pusat peragaan teknologi pertanian dan lebih dari 70 kawasan industri di negara-negara peserta pembangunan bersama Sabuk dan Jalur Sutra.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Kemanjuran Sputnik V Rusia 97,8 persen dalam kampanye vaksinasi UEA
Indonesia
•
30 Jun 2021

Peneliti Indonesia kembangkan implan tulang berbasis magnesium tanpa operasi pengangkatan
Indonesia
•
19 Nov 2025

Peneliti di Australia temukan cara baru untuk targetkan sel kanker darah agresif
Indonesia
•
21 Nov 2025

Jangkar besi dan peti kotak ditemukan dekat bangkai kapal kuno di Laut China Selatan
Indonesia
•
05 Jun 2023


Berita Terbaru

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026

AI berisiko sebabkan ‘kemalasan intelektual’ siswa
Indonesia
•
11 Mar 2026

Pengelolaan ternak temporal solusi konflik manusia-satwa liar
Indonesia
•
12 Mar 2026
