Sarang burung walet Indonesia laris di China, ekspor tembus 3 triliun rupiah

Foto yang diabadikan pada 20 September 2025 ini menunjukkan para pengunjung sedang memilih produk sarang burung walet di sebuah pameran di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok selatan. (Xinhua)

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – China masih menjadi destinasi utama komoditas sarang burung walet Indonesia, dengan nilai ekspor yang mencapai 172,15 juta dolar AS atau sekitar Rp 3 triliun sepanjang semester pertama (H1) tahun ini, mengutip data terkini Badan Pusat Statistik (BPS).

*1 dolar AS = 17.705 rupiah

Meski nilai ekspor tersebut turun sekitar 4 persen dibandingkan tahun lalu, China masih menjadi penyerap terbesar sarang burung walet Indonesia dengan andil mencapai 80 persen dari total ekspor nasional.

Dari sisi volume, ekspor sarang burung walet Indonesia ke China tahun ini telah mencapai 186,8 ton.

Sarang burung walet telah menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia ke China selama bertahun-tahun.

Upaya pemerintah China untuk terus mendorong konsumsi domestiknya diharapkan mampu ikut mendongkrak permintaan terhadap komoditas sarang burung walet Indonesia.

Pada April lalu, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia bersama China Agricultural Wholesale Markets Association (CAWA) menggelar Forum Tingkat Tinggi Perdagangan Sarang Burung China-Indonesia (China-Indonesia Bird's Nest Trade Summit Forum) sebagai upaya penguatan komitmen untuk menjaga akses pasar.

Ekspor ke China hingga kini masih terus berlanjut. Badan Karantina Indonesia (Barantin) pada Jumat (21/8) lalu telah meresmikan ekspor sarang burung walet dari Provinsi Banten senilai 38,7 miliar rupiah.

Selain China, dua pasar lain yang menjadi tujuan utama ekspor sarang burung walet Indonesia adalah Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong dengan nilai mencapai 15,7 juta dolar AS sepanjang paruh pertama tahun ini, disusul Singapura dengan nilai 10 juta dolar AS.

Di luar negara-negara Asia, Indonesia juga mengirim sarang burung walet ke Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait