Feature – Sarang burung walet jadi ‘jembatan’ antara Indonesia dan China

Ketua Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI) Boedi Mranata menunjukkan paket berisi beberapa sarang burung walet yang diekspor ke China di Jakarta pada Selasa (27/5). (Xinhua)
Sarang burung walet Indonesia diyakini sudah banyak dikirim ke China sejak abad ke-14 Masehi bersamaan dengan pelayaran Laksamana Zheng He alias Cheng Ho ke Indonesia.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Lebih dari sekadar bahan makanan kaya nutrisi, sarang burung walet telah menjadi bagian penting dalam kisah panjang hubungan persahabatan antara Indonesia dan China. Di era modern ini, meningkatnya permintaan dari konsumen China telah memberikan kesempatan ekonomi baru bagi Indonesia dan menciptakan ribuan tenaga kerja.Berdasarkan data Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI), volume ekspor sarang burung walet Indonesia pada tahun lalu mencapai 1.273 ton, dengan hampir sepertiganya dikirim ke China. Jumlah itu belum termasuk yang sampai ke pasar China melalui Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hongkong di China selatan yang jumlahnya lebih dari 500 ton.Namun, jauh sebelum berkembang seperti saat ini, sarang burung walet Indonesia diyakini sudah banyak dikirim ke China sejak abad ke-14 Masehi bersamaan dengan pelayaran Laksamana Zheng He alias Cheng Ho ke Indonesia. Saat itu, produk ini lebih banyak dikonsumsi oleh bangsawan di dalam istana kerajaan di China.Seiring berjalannya waktu, sarang burung semakin populer di kalangan masyarakat China secara umum, termasuk di kelompok anak muda karena khasiatnya yang diyakini baik untuk kecantikan.Popularitas ini yang kemudian mendorong peningkatan permintaan dari China, tercermin dari volume ekspor ke China yang meningkat 24 kali lipat dalam satu dasawarsa terakhir, dari hanya 14,7 ton pada 2015 menjadi 376,2 ton pada tahun lalu."Trennya sangat positif, sebab kesadaran masyarakat China terhadap khasiat sarang burung walet terus meningkat, didukung juga dengan adanya penelitian-penelitian terkini tentang manfaatnya bagi kesehatan," kata Ketua PPSBI Boedi Mranata dalam wawancara dengan Xinhua.Titik baliknya terjadi pada 2015, saat otoritas China mulai membuka secara resmi impor langsung sarang burung walet dari Indonesia. Perusahaan milik Boedi dengan merek 'Xiao Niao' menjadi yang pertama mendapat izin dari otoritas China pada saat itu.Seiring lonjakan permintaan tersebut, jumlah perusahaan yang saat ini telah mengantongi izin ekspor ke China semakin banyak, yakni sekitar 50 perusahaan, dibandingkan satu dasawarsa lalu yang hanya enam perusahaan. Di sisi lain, kuota untuk eksportir Indonesia juga terus meningkat, dari hanya 79 ton per tahun menjadi 694 ton meski hanya terealisasi separuhnya.Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, bekerja sama dengan China Agricultural Wholesale Market Association (CAWA), menggelar forum pertemuan bertajuk ‘Konferensi Tingkat Tinggi Sarang Burung’ (Bird's Nest Summit) pada Maret lalu di Jakarta. Dihadiri puluhan pelaku usaha dari kedua negara beserta sejumlah asosiasi, pertemuan tersebut bertujuan untuk memperkuat perdagangan sarang burung walet.
Foto dokumentasi tak bertanggal ini menunjukkan seorang pelanggan sedang memilih produk sarang burung walet di sebuah pasar swalayan di Kota Taizhou, Provinsi Zhejiang, China timur. (Xinhua)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Serapan biodiesel nasional 4,36 juta kiloliter pada semester I
Indonesia
•
04 Sep 2020

Consumer Electronics Show 2023 resmi dibuka di Las Vegas, AS
Indonesia
•
06 Jan 2023

Kanada berlakukan tarif balasan terhadap mobil impor dari AS, efektif Rabu
Indonesia
•
09 Apr 2025

Indonesia kuasai pasar nilam dunia, BRIN tekankan produksi berkelanjutan
Indonesia
•
01 Sep 2025
Berita Terbaru

Netflix menyerah, Paramount Skydance akuisisi Warner Bros. Discovery
Indonesia
•
01 Mar 2026

BOCHK kembali dukung penerbitan Dim Sum Bond pemerintah Indonesia
Indonesia
•
01 Mar 2026

Trade Expo Indonesia ke-41 targetkan transaksi 17,5 miliar dolar AS dengan 3 strategi
Indonesia
•
27 Feb 2026

Venezuela bisa jual lagi minyaknya ke Kuba atas izin AS
Indonesia
•
26 Feb 2026
