
Perang dagang memanas, Kanada balas tarif AS senilai 353,3 triliun rupiah

Sebuah tanda bertuliskan 'PRODUK KANADA' terlihat di sebuah pasar swalayan di Toronto, Ontario, Kanada, pada 4 Maret 2025. (Xinhua/Zou Zheng)
Ottawa, Kanada (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney pada Sabtu (22/8) menyampaikan sebuah pidato yang disiarkan televisi secara nasional untuk menjelaskan posisi Kanada setelah gagalnya perundingan dagang dengan Amerika Serikat (AS), seraya mengumumkan bahwa tarif balasan "dolar ganti dolar" senilai 20 miliar dolar AS akan diberlakukan Ottawa mulai 8 September terhadap barang-barang AS.
*1 dolar AS = 17.666 rupiah
PM Kanada itu mengatakan tarif balasan tersebut akan mencakup berbagai sektor, termasuk produk susu, baja, peralatan rumah tangga, pulp dan kertas, serta elektronik.
AS dan Kanada gagal mencapai kesepakatan dagang pada Jumat (21/8). AS pun memberlakukan tarif 50 persen terhadap barang-barang Kanada senilai 20 miliar dolar AS pada Sabtu yang mulai berlaku tepat setelah tengah malam (pukul 11.00 WIB).
Menjelaskan mengapa negosiasi gagal pada menit-menit terakhir, Carney mengatakan bahwa meskipun kedua belah pihak sebelumnya pada pekan ini hampir mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan, pihak AS di menit-menit terakhir melakukan perubahan yang "tidak adil, tidak ekonomis, dan mempertanyakan reliabilitas kesepakatan apa pun."
Pengabaian berulang kali oleh pihak AS terhadap perjanjian perdagangan bebas yang sudah ada, seperti Perjanjian Kanada-AS-Meksiko (CUSMA), mengirimkan sinyal buruk kepada perusahaan-perusahaan internasional dan "tentunya bukan kabar baik" untuk memperbarui perjanjian tersebut di masa depan, demikian Carney memperingatkan.
Keretakan itu terjadi ketika AS, Meksiko, dan Kanada sedang berupaya memperbarui CUSMA, perjanjian dagang yang dinegosiasikan oleh Trump pada masa jabatan pertamanya dan pernah dipuji-puji sebagai sebuah keberhasilan.
AS telah memulai perundingan formal dengan Meksiko untuk merevisi perjanjian tersebut, tetapi perundingan dengan Kanada belum dimulai.
CUSMA merupakan pakta perdagangan trilateral yang menggantikan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) ketika mulai berlaku pada 1 Juli 2020.
Pada 1 Juli 2026, AS secara resmi menolak memperbarui perjanjian tersebut untuk jangka waktu 16 tahun berikutnya, yang memicu proses peninjauan tahunan hingga pakta itu berakhir pada 2036.
Ketika ditanya mengapa Kanada terlibat dalam sengketa dagang, Carney secara tegas mengatakan, "Karena kami diserang."
Carney menegaskan kembali keyakinannya pada ketahanan ekonomi Kanada, dengan menunjukkan bahwa Kanada saat ini menciptakan lapangan kerja empat kali lebih cepat daripada AS, dengan investasi asing langsung mencapai angka tertinggi dalam 20 tahun terakhir.
"Kanada menjadi lebih kuat dan semakin kurang bergantung pada Amerika," ujarnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Provinsi kaya batu bara di China catat peningkatan kapasitas pembangkit listrik energi baru
Indonesia
•
12 Jan 2023

Analisis – Hubungan China-AS terlalu penting untuk gagal
Indonesia
•
14 May 2026

Feature – Industri layang-layang berkembang pesat di Desa Wangjiazhuangzi di China timur
Indonesia
•
28 Dec 2023

Harga batu bara acuan Desember turun jadi 159,79 dolar AS per ton
Indonesia
•
08 Dec 2021


Berita Terbaru

Investasi Hong Kong dan China di Indonesia tembus 320,5 triliun rupiah, lampaui Singapura
Indonesia
•
21 Oct 2026

Feature – Sinar matahari menjadi listrik, transfer teknologi dukung kemajuan Indonesia dalam transisi hijau
Indonesia
•
22 Oct 2026

APEC sepakati pernyataan kebijakan pembiayaan infrastruktur digital Asia-Pasifik
Indonesia
•
22 Oct 2026

Bebas visa dan QRIS antarnegara, Indonesia siapkan 1,9 juta kursi penerbangan untuk pasar wisata China
Indonesia
•
22 Oct 2026
