
Trump teken perintah eksekutif untuk akhiri sanksi terhadap Suriah

Seorang pedagang melayani sejumlah pelanggan di kiosnya yang terletak di sebuah pasar yang ramai menjelang Hari Raya Idul Adha di Damaskus, Suriah, pada 5 Juni 2025. (Xinhua/Ammar Safarjalani)
Sanksi terhadap Suriah dicabut dengan sebuah perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump, untuk mendukung jalan negara itu menuju stabilitas dan perdamaian.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (30/6) menandatangani sebuah perintah eksekutif yang mengakhiri sanksi terhadap Suriah, demikian menurut situs jejaring Gedung Putih.Trump "menandatangani Perintah Eksekutif bersejarah yang mengakhiri program sanksi Suriah untuk mendukung jalan negara itu menuju stabilitas dan perdamaian," kata Gedung Putih dalam sebuah lembar fakta."Perintah ini mencabut sanksi terhadap Suriah namun tetap memberlakukan sanksi terhadap Bashar al-Assad ... Perintah ini mengizinkan pelonggaran kontrol ekspor terhadap barang-barang tertentu dan membebaskan pembatasan terhadap bantuan asing tertentu ke Suriah," papar Gedung Putih.Di bawah perintah tersebut, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio diarahkan untuk "menjajaki berbagai upaya pelonggaran sanksi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna mendukung (terciptanya) stabilitas di Suriah."
Seorang tukang roti memotong seloyang besar baklava di sebuah toko penganan manis tradisional menjelang Hari Raya Idul Adha di Damaskus, Suriah, pada 4 Juni 2025. (Xinhua/Ammar Safarjalani)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemerintah Saudi imbau imam tak baca surat panjang dalam sholat tarawih
Indonesia
•
16 Apr 2022

Presiden Xi bertemu Henry Kissinger
Indonesia
•
24 Jul 2023

AS tangguhkan ‘Project Freedom’ di Selat Hormuz
Indonesia
•
07 May 2026

China desak AS berhenti manfaatkan Filipina sebagai pion destabilisasi Laut China Selatan
Indonesia
•
08 Mar 2024


Berita Terbaru

Pentagon rilis ‘batch’ kedua berkas UFO
Indonesia
•
23 May 2026

Di tengah konflik, jutaan warga Nigeria terancam kelaparan pada musim paceklik mendatang
Indonesia
•
23 May 2026

Jajak pendapat ungkap konflik Iran tidak populer di kalangan mayoritas warga AS
Indonesia
•
22 May 2026

Dubes AS sebut Trump kesampingkan penggunaan kekuatan untuk kuasai Greenland
Indonesia
•
22 May 2026
