
Di tengah konflik, jutaan warga Nigeria terancam kelaparan pada musim paceklik mendatang

Warga desa mengantre untuk mendapatkan air dari sebuah kolam kecil di Nasko Farm, Nigeria, pada 22 Februari 2006. (Xinhua/Ran Lulin)
Jutaan orang di Nigeria bersiap menghadapi salah satu musim paceklik terburuk yang pernah tercatat di tengah konflik, kekerasan, dan kerawanan.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Jutaan orang di Nigeria bersiap menghadapi salah satu musim paceklik terburuk yang pernah tercatat di tengah konflik, kekerasan, dan kerawanan, kata badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (22/5).
Dalam sebuah rilis pers, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan bahwa tekanan ekonomi dan keterbatasan pendanaan yang belum pernah terjadi sebelumnya mendorong keluarga-keluarga di Nigeria ke ambang krisis.
Humanitarian Country Team (HCT) PBB di Nigeria melaporkan bahwa hampir satu dari tujuh orang, atau 35 juta penduduk di negara itu, kemungkinan akan menghadapi kerawanan pangan akut selama musim paceklik tahun ini yang berlangsung dari Juni hingga Agustus, kata OCHA.
"Situasi ini memasukkan Nigeria ke dalam salah satu krisis kelaparan terparah di dunia, dengan beban yang sebagian besar ditanggung oleh wilayah Nigeria utara," ungkap OCHA. "Jika bantuan semakin tertunda, jutaan keluarga akan terpaksa semakin mengurangi porsi makan, menjual harta benda, dan memberhentikan anak-anak mereka dari sekolah."
OCHA menyampaikan bahwa malanutrisi akut juga diproyeksikan akan mencapai puncaknya, mengancam jutaan anak. Di Nigeria barat laut dan timur laut, diperkirakan 6,4 juta anak kemungkinan akan mengalami malanutrisi akut tahun ini.
PBB dan mitra-mitra kemanusiaannya menyerukan pendanaan mendesak untuk meningkatkan bantuan yang dapat menyelamatkan nyawa.
"Sumber daya dari Dana Kemanusiaan Nigeria (Nigeria Humanitarian Fund) telah memulai respons penanganan krisis, namun masih diperlukan lebih banyak dukungan untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan darurat yang menyelamatkan nyawa," kata OCHA.
"Pendanaan untuk Rencana Kebutuhan dan Respons Kemanusiaan senilai 516 juta dolar AS yang sudah sangat diprioritaskan baru terpenuhi sedikit di atas 40 persen, dengan dana yang telah diterima sebesar 215 juta dolar AS."
*1 dolar AS = 17.673 rupiah
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Konferensi Keamanan Munich serukan tatanan dunia yang lebih seimbang
Indonesia
•
20 Feb 2023

KTT UE tentang strategi masa depan ditutup di Granada, Spanyol
Indonesia
•
09 Oct 2023

Dirjen IAEA akan kunjungi Iran untuk hadiri pembicaraan tingkat tinggi
Indonesia
•
03 Mar 2023

Opini - “Chip in with Taiwan” demi perdamaian dan kemakmuran global
Indonesia
•
09 Sep 2025


Berita Terbaru

Prancis dilanda karhutla terburuk 2026, hampir 100.000 hektare lahan hangus
Indonesia
•
26 Jul 2026

Israel gencarkan operasi militer di Tepi Barat, 80 warga Palestina ditangkap
Indonesia
•
26 Jul 2026

Jepang buang hampir 7.900 ton air terkontaminasi nuklir ke laut dalam putaran ke-21 pembuangan limbah PLTN Fukushima Daiichi
Indonesia
•
24 Jul 2026

Venezuela dari Mahkamah Pidana Internasional, tuding pengadilan internasional diskriminatif terhadap Amerika Latin dan Afrika
Indonesia
•
25 Jul 2026
