
Bursa Eropa anjlok usai Trump ancam akan terapkan tarif 50 persen terhadap impor dari UE

Foto yang diabadikan pada 24 Februari 2022 ini menunjukkan patung Banteng dan Beruang di luar gedung Bursa Efek Frankfurt di Frankfurt, Jerman. (Xinhua/Lu Yang)
Saham-saham Eropa anjlok tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperuncing ketegangan perdagangan dengan Uni Eropa, dengan mengusulkan tarif baru yang meluas dan menargetkan raksasa teknologi Apple.
Berlin, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Saham-saham Eropa anjlok tajam pada Jumat (23/5) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperuncing ketegangan perdagangan dengan Uni Eropa (UE), dengan mengusulkan tarif baru yang meluas dan menargetkan raksasa teknologi Apple. Pengumuman itu kembali memunculkan kekhawatiran investor tentang dampak ekonomi dari perang dagang trans-Atlantik yang baru.Dalam unggahannya di platform media sosial, Trump merekomendasikan tarif 50 persen untuk semua barang yang diimpor dari UE mulai 1 Juni, mengacu pada negosiasi yang buntu dengan Brussel."Perundingan perdagangan tidak menghasilkan apa-apa," tulisnya, seraya menambahkan bahwa UE "dibentuk dengan tujuan utama untuk mengambil keuntungan dari AS dalam hal PERDAGANGAN."Bursa saham merespons dengan cepat. Indeks Eropa STOXX 600 merosot lebih dari 2,16 persen ke angka 537,39 poin sebelum memangkas beberapa kerugian. Indeks-indeks nasional juga sangat terdampak, dengan FTSE MIB Italia, DAX Jerman, CAC 40 Prancis, dan IBEX 35 Spanyol masing-masing turun lebih dari 2 persen. DAX turun ke level terendah dalam dua pekan, sempat menyentuh 23.325,5 poin dalam sesi hari itu."Ancaman terbaru ini lebih buruk dibandingkan skenario terburuk," kata Fiona Cincotta, seorang analis pasar senior di City Index.Para pemimpin politik di seluruh Eropa mengecam usulan tarif Trump tersebut. Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan bahwa langkah itu akan merugikan kedua belah pihak. Dia juga menjanjikan dukungan berkelanjutan dari Berlin untuk negosiasi.Komisi Eropa "mendapat dukungan penuh dari kami dalam mempertahankan akses kami ke pasar Amerika, dan saya yakin tarif seperti itu tidak membantu siapa pun. Tarif tersebut hanya akan menyebabkan perkembangan ekonomi di kedua pasar menderita," kata Wadephul."Itulah mengapa kami terus mengupayakan negosiasi dan mendukung Komisi Eropa. Kami ingin membela Eropa dan pasar Eropa sekaligus mengerahkan kekuatan persuasi di Amerika."Menteri Perdagangan Polandia Michal Baranowski, yang negaranya saat ini sedang memegang jabatan bergilir sebagai presiden UE, menyampaikan pernyataan yang lebih berhati-hati. "UE dan AS sedang bernegosiasi -- sebagian dilakukan secara tertutup, sebagian lagi secara terbuka," kata Baranowski. "Pernyataan di depan publik tidak selalu berarti tindakan kebijakan yang nyata."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Nilai ekspor porang 923,6 miliar rupiah pada 2020
Indonesia
•
14 Aug 2021

ILO: Pertumbuhan lapangan kerja global turun pada 2023 karena krisis ekonomi
Indonesia
•
18 Jan 2023

Pasar mobil bekas China diperkirakan pulih stabil pada 2023
Indonesia
•
20 Feb 2023

Semakin banyak fasilitas pemurnian logam di bawah UU Minerba
Indonesia
•
12 Dec 2019


Berita Terbaru

Feature: Dari lapak Bogor ke pasar China, ekspor kelapa Indonesia capai 44,9 triliun rupiah
Indonesia
•
23 Oct 2026

AI berpotensi dongkrak pertumbuhan ekonomi Timur Tengah dan Asia Tengah
Indonesia
•
23 Oct 2026

American Airlines Rugi 4,85 triliun rupiah meski pendapatan cetak rekor
Indonesia
•
23 Oct 2026

Fokus Berita – Investasi 540 miliar rupiah di ITB, kolaborasi Indonesia-China kembangkan talenta metalurgi
Indonesia
•
23 Oct 2026
