Wadah pemikir PIIE di Washington perkirakan AS alami resesi ringan pada 2023

Seorang pelanggan berbelanja di sebuah toko swalayan di Millbrae, California, Amerika Serikat, pada 10 Agustus 2022. (Xinhua/Li Jianguo)
Resesi ringan mungkin akan dialami oleh Amerika Serikat pada 2023, dengan produk domestik bruto (PDB) negara ini pada 2022 sedang bergerak menuju angka yang 1,7 persen lebih tinggi dari level pada 2021.
Washington, AS (Xinhua) – Produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat (AS) pada 2022 sedang bergerak menuju angka yang 1,7 persen lebih tinggi dari level pada 2021, dan pada 2023, perekonomian berpotensi memasuki resesi, menurut Prospek Ekonomi Global semitahunan dari Peterson Institute for International Economics (PIIE) yang dirilis pada Kamis (6/10).Nonresident senior fellow PIIE sekaligus profesor Harvard, Karen Dynan, yang memimpin prakiraan tersebut, memproyeksikan bahwa ekonomi AS akan mengalami kontraksi 0,5 persen pada 2023, dengan pertumbuhan yang terhenti membuka jalan bagi penurunan.Secara kumulatif, revisi penurunan pada perkiraan itu menempatkan proyeksi level PDB AS pada 2023 lebih dari 3 poin persentase lebih rendah dari tingkat yang diproyeksikan pada April, kata Dynan.Dynan, mantan asisten sekretaris untuk kebijakan ekonomi dan kepala ekonom di Departemen Keuangan AS, juga memperkirakan bahwa inflasi pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/PCE) inti AS akan menurun dari laju 4,6 persen selama empat kuartal pada 2022 menjadi 3,6 persen selama empat kuartal pada 2023, masih jauh di atas target 2 persen yang ditetapkan bank sentral AS, The Fed.The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga acuan lebih dari yang telah resmi ditetapkan, dan soft landing dapat terjadi tetapi itu bukanlah kemungkinan yang paling berpotensi terwujud, kata Dynan, menyebutkan bahwa kemungkinan bahwa AS akan memasuki resesi pada 2023 mencapai dua pertiga.Dynan memproyeksikan bahwa tingkat pengangguran akan memuncak tahun depan di angka 5,5 persen, lebih tinggi dari proyeksi median The Fed yaitu 4,4 persen per akhir 2023, sebagaimana disampaikan dalam proyeksi ekonomi kuartalan terbaru The Fed.Menurut Prospek Ekonomi Global semitahunan, pertumbuhan ekonomi global akan menurun tajam, dengan kenaikan 5,8 persen pada 2021 akan diikuti dengan peningkatan 2,9 persen pada 2022 dan 1,8 persen pada 2023.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Produsen mobil listrik AS Tesla buka Gigafactory baru di Jerman
Indonesia
•
23 Mar 2022

Zimbabwe mulai musim pemasaran tembakau 2025
Indonesia
•
07 Mar 2025

Pembukaan kembali China dorong pertumbuhan pariwisata Kamboja dan dunia
Indonesia
•
13 Jan 2023

Pembangkit listrik di Siberut gunakan bambu, hemat 14 miliar rupiah per tahun
Indonesia
•
19 Sep 2019
Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
