Rusia kutuk pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, serukan deeskalasi

Tim penyelamat dan warga setempat berusaha menyelamatkan korban luka dari reruntuhan di sebuah sekolah dasar putri yang diserang di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada 28 Februari 2026. (Xinhua/Mehr News Agency)

Rusia menyerukan deeskalasi segera, penghentian pertempuran, serta pemulihan proses politik dan diplomatik guna menyelesaikan permasalahan yang ada berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Perjanjian Nonproliferasi Senjata Nuklir.

 

Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Moskow menyatakan kemarahan dan duka mendalam atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, beberapa anggota keluarganya, dan sejumlah pejabat senior Iran dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel, kata Kementerian Luar Negeri Rusia pada Ahad (1/3).

"Rusia dengan tegas dan konsisten mengutuk praktik pembunuhan politik dan penargetan para pemimpin negara berdaulat, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar hubungan antarnegara yang beradab dan terang-terangan melanggar hukum internasional," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Akibat dari pertempuran yang terus berlanjut, jumlah korban sipil terus bertambah dan infrastruktur sipil mengalami kerusakan serius, menurut pernyataan tersebut.

Rusia menyerukan deeskalasi segera, penghentian pertempuran, serta pemulihan proses politik dan diplomatik guna menyelesaikan permasalahan yang ada berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Perjanjian Nonproliferasi Senjata Nuklir, sebut pernyataan itu.

"Kepentingan sah semua negara Teluk harus dipertimbangkan sebagaimana mestinya," imbuh pernyataan itu.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait