
China umumkan ‘Mengzhou’ sebagai nama untuk pesawat antariksa berawak

Gambar hasil tangkapan layar yang diabadikan di Pusat Kendali Antariksa Beijing (Beijing Aerospace Control Center) pada 18 Januari 2024 ini menunjukkan wahana antariksa kargo China, Tianzhou-7, melakukan penambatan (docking) dengan kombinasi stasiun luar angkasa Tiangong. (Xinhua/Han Qiyang)
Pesawat antariksa berawak baru milik China diberi nama Mengzhou, yang berarti wahana impian, mencerminkan fakta bahwa penjelajahan berawak ke Bulan membawa impian ruang angkasa bangsa China dan membuka perjalanan petualangan ruang angkasa yang baru.
Beijing, China (Xinhua) – Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA) pada Sabtu (24/2) mengumumkan nama-nama wahana baru untuk misi eksplorasi berawak ke Bulan di masa depan.Pesawat antariksa berawak barunya diberi nama Mengzhou, yang berarti wahana impian, mencerminkan fakta bahwa penjelajahan berawak ke Bulan membawa impian ruang angkasa bangsa China dan membuka perjalanan petualangan ruang angkasa yang baru, menurut CMSA.Sementara untuk wahana pendarat (lander) Bulannya diberi nama Lanyue, yang berarti memeluk Bulan, sebuah istilah yang muncul dalam puisi karya mendiang Ketua Mao Zedong. Kata tersebut melambangkan kepercayaan diri bangsa China dalam menjelajahi alam semesta, kata badan itu.Nama-nama tersebut dipilih berdasarkan hampir 2.000 proposal yang dikumpulkan dari masyarakat.China berencana mendaratkan taikonautnya di Bulan sebelum 2030 untuk melakukan eksplorasi ilmiah. Rencana tersebut yakni meluncurkan secara terpisah dua roket pengangkut untuk mengirim sebuah pesawat ruang angkasa berawak dan wahana pendarat Bulan ke orbit Bulan. Pesawat antariksa dan wahana pendarat Bulan akan saling melakukan pertemuan (rendezvous) dan penambatan (docking), setelah itu taikonaut akan masuk ke wahana pendarat.Sejauh ini, penelitian dan pengembangan roket pengangkut Mengzhou, Lanyue, dan Long March-10 telah berjalan lancar, ungkap CMSA.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Insinyur Australia kembangkan bahan bangunan daur ulang, jejak karbon seperempat dari bahan konvensional
Indonesia
•
23 Sep 2025

Aplikasi AI Libra dukung aktivitas korporasi dan bisnis
Indonesia
•
12 May 2026

Sistem pemantauan proses daur ulang kurangi sampah plastik di Taiwan
Indonesia
•
05 Oct 2022

Studi sebut fosil "Little Foot" kemungkinan mengacu pada leluhur manusia yang belum diketahui
Indonesia
•
16 Dec 2025


Berita Terbaru

Peneliti China kembangkan baterai lithium-sulfur baru untuk bantu ‘drone’ terbang lebih jauh
Indonesia
•
12 May 2026

Aplikasi AI Libra dukung aktivitas korporasi dan bisnis
Indonesia
•
12 May 2026

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026
