
Teknologi laser bisa deteksi minuman beralkohol palsu tanpa membuka botol

Ilustrasi. (Sérgio Alves Santos on Unsplash)
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah teknologi berbasis laser dalam waktu dekat dapat membantu pihak berwenang mendeteksi minuman beralkohol palsu yang mematikan, bahkan mengidentifikasi bahan kimia berbahaya di dalam botol tersegel tanpa harus membukanya, menurut sebuah penelitian terbaru.
Studi tersebut menunjukkan bahwa sistem laser yang dirancang khusus ini mampu mendeteksi metanol beracun yang tersembunyi di dalam botol minuman beralkohol jenis spirit yang masih tersegel, bahkan melalui botol kaca berwarna, menurut pernyataan yang dirilis oleh Universitas Adelaide di Australia pada Kamis (16/7).
"Kami tertarik untuk menerapkan prinsip yang sama di mana pun industri membutuhkan cara yang cepat, andal, dan noninvasif untuk memverifikasi isi produk dalam wadah tersegel," kata penulis utama Ane Kritzinger, seorang kandidat PhD bersama dari Universitas Adelaide dan Universitas St Andrews di Skotlandia.
Keracunan metanol masih menjadi masalah kesehatan global serius, yang menyebabkan ratusan kematian setiap tahunnya. Metode pengujian konvensional mengharuskan botol dibuka untuk analisis laboratorium, tetapi teknik optik baru ini mengubah cara tersebut.
Teknik ini menggunakan spektroskopi Raman untuk membaca ‘sidik jari’ kimia unik dari cairan melalui kemasan tanpa membukanya, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Physics: Photonics.
Dengan membentuk sinar laser secara cermat dan mengubah panjang gelombangnya secara halus, tim itu meningkatkan secara signifikan kemampuan sistem dalam mendeteksi sejumlah kecil metanol sambil menyaring gangguan dari botol kemasan.
Teknologi ini mampu mendeteksi metanol pada kadar sekitar 10 kali lebih rendah dari ambang batas keamanan internasional, menawarkan alternatif yang cepat dan bersifat tidak merusak dibandingkan pengujian laboratorium, menurut hasil studi tersebut.
Tim tersebut juga mengungkapkan bahwa mereka mampu menangkap ‘sidik jari’ optik unik dari wine tanpa membuka botol tersebut, sehingga meningkatkan potensi untuk mengatasi pemalsuan wine.
Tim peneliti tersebut kini berupaya mengubah sistem laboratorium itu menjadi alat praktis yang dapat digunakan di bea cukai, tempat penyulingan, serta fasilitas pangan dan penjaminan mutu.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Misbar Al-Amal wahana antarplanet pertama dari dunia Islam
Indonesia
•
20 Jul 2020

Ilmuwan temukan bakteri terbesar di dunia yang bisa dilihat mata telanjang
Indonesia
•
25 Jun 2022

Ilmuwan temukan metode baru untuk tingkatkan rasa manis pada tomat
Indonesia
•
18 Nov 2024

Para ilmuwan China rilis model AI untuk eksplorasi Bulan
Indonesia
•
01 Sep 2024


Berita Terbaru

Feature – Tak perlu tutup jalan, teknologi China bikin jembatan ‘pintar’ bisa pantau kondisinya sendiri
Indonesia
•
17 Jul 2026

Sel Surya tandem perovskit-organik bisa menyala terus 625 jam, tetap pertahankan 90 persen performanya
Indonesia
•
17 Jul 2026

ITB perkuat kerja sama riset energi, garap AI, hidrogen, hingga teknologi penangkap karbon
Indonesia
•
17 Jul 2026

AI tak boleh lepas kendali, konferensi AI dunia serukan empat prinsip tata kelola global
Indonesia
•
17 Jul 2026
