
Rusia: Dinas intelijen dan perusahaan farmasi AS terlibat dalam penelitian biologi militer di Ukraina

Foto yang diabadikan pada 19 Februari 2020 ini menunjukkan Pentagon seperti terlihat dari sebuah pesawat yang terbang di atas Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Penelitian biologi militer di Ukraina melibatkan sejumlah pejabat utama Amerika Serikat dari Badan Penanggulangan Ancaman Pertahanan (Defense Threat Reduction Agency/DTRA) yang dinaungi Departemen Pertahanan AS; In-Q-Tel, perusahaan modal ventura yang dikendalikan oleh Badan Intelijen Pusat (Central Intelligence Agency/CIA) AS; Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS, dan lainnya.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rusia pada Sabtu (24/12) mengungkapkan informasi soal partisipan-partisipan tingkat tinggi Amerika Serikat (AS) dalam sejumlah penelitian biologi militer di Ukraina, yang banyak di antara mereka terkait dengan dinas intelijen atau perusahaan farmasi AS.Kementerian mengantongi sebuah dokumen yang berisi nama semua pejabat utama AS yang mengawasi program-program biologi militer Ukraina, ujar Igor Kirillov, kepala Pasukan Pertahanan Radiasi, Kimia, dan Biologi Angkatan Bersenjata Rusia, dalam sebuah pengarahan.Para partisipan tersebut mencakup Kenneth Myers, mantan direktur Badan Penanggulangan Ancaman Pertahanan (Defense Threat Reduction Agency/DTRA) yang dinaungi Departemen Pertahanan AS; Tara O'Toole, wakil presiden eksekutif In-Q-Tel, perusahaan modal ventura yang dikendalikan oleh Badan Intelijen Pusat (Central Intelligence Agency/CIA) AS; Thomas Frieden, mantan direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS, dan lainnya, papar Kirillov.Para pelaksana program biologi militer tersebut meliputi Institut Penelitian Anti-Wabah Mechnikov Ukraina, Institut Kedokteran Hewan Ukraina, dan Institut Penelitian Epidemiologi dan Ilmu Kesehatan Lviv Ukraina, imbuh Kirillov.Kirillov pada Juni menyampaikan bahwa Pentagon mengakui AS mendukung 46 fasilitas penelitian biologi di Ukraina.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Taliban perintahkan pemilik toko potong kepala manekin
Indonesia
•
05 Jan 2022

Pemimpin Houthi peringatkan aksi balasan jika Israel lanjutkan serangan ke Gaza
Indonesia
•
04 Mar 2025

Dari Sanksi hingga Selat Hormuz, AS siapkan tekanan ekonomi baru terhadap Iran
Indonesia
•
15 Aug 2026

Putra mahkota Saudi juga salahkan AS saat bahas pembunuhan jurnalis Khashoggi
Indonesia
•
16 Jul 2022


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
