
Rusia butuh 644 pesawat baru per 2030 untuk penuhi permintaan sektor penerbangan

Sebuah pesawat milik maskapai Rusia Aeroflot tiba di Bandar Udara Internasional Kairo di Kairo, Mesir, pada 11 April 2018. (Xinhua)
Maskapai penerbangan Rusia, Aeroflot, telah menandatangani kontrak untuk 18 jet MS-21 dan sedang bernegosiasi untuk 182 unit tambahan, sementara S7 Airlines sedang memfinalisasi kesepakatan untuk 100 pesawat Tu-214.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Rusia akan membutuhkan 644 pesawat baru per 2030 untuk memenuhi kebutuhan sektor penerbangannya, kata Menteri Transportasi Rusia Andrei Nikitin pada Jumat (24/4).
Berbicara dalam Forum ‘Innovations. Technologies. Production’, Nikitin mengatakan bahwa kebutuhan tersebut mencakup empat pesawat jarak jauh, 332 pesawat jarak menengah, 98 pesawat jarak pendek, serta 210 pesawat regional dan lokal.
Nikitin menyatakan bahwa armada penumpang Rusia saat ini terdiri dari 1.089 pesawat, termasuk 689 pesawat buatan luar negeri dan 391 pesawat buatan dalam negeri.
Maskapai-maskapai besar sedang bergerak untuk pengadaan model-model baru. Maskapai penerbangan unggulan milik negara, Aeroflot, telah menandatangani kontrak untuk 18 jet MS-21 dan sedang bernegosiasi untuk 182 unit tambahan, sementara S7 Airlines sedang memfinalisasi kesepakatan untuk 100 pesawat Tu-214.
"Kami memiliki permintaan besar untuk pesawat buatan Rusia yang harus dipenuhi," kata Nikitin. "Tidak cukup hanya membuat pesawat; kami juga harus menyediakan layanan pemeliharaan dan perbaikan secara menyeluruh, yang merupakan tantangan besar."
Forum tersebut diselenggarakan di Kota Rybinsk, wilayah Yaroslavl, pada Kamis (23/4) dan Jumat.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Harga minyak naik, pasar pantau turunnya pasokan dari Rusia dan Libya
Indonesia
•
21 Apr 2022

Segitiga emas kopi Indonesia: Bengkulu-Lampung-Sumatra Selatan
Indonesia
•
05 Oct 2019

Produsen mobil mewah Italia Lamborghini laporkan rekor penjualan pada 2023
Indonesia
•
24 Mar 2024

Harga minyak mentah Indonesia Desember 2020 naik jadi 47,78 dolar AS per barel
Indonesia
•
08 Jan 2021


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
