
Dewan Keamanan PBB adopsi resolusi serukan jeda dan koridor kemanusiaan di Gaza

Seorang anak laki-laki berdiri di antara puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 15 November 2023. Israel melancarkan serangkaian serangan ke Gaza dalam beberapa pekan terakhir dan memberlakukan pengepungan di daerah kantong tersebut untuk membalas serangan Hamas ke Israel selatan. Konflik tersebut sejauh ini telah merenggut nyawa lebih dari 11.500 warga Palestina di Gaza. Sementara di pihak Israel, sekitar 1.200 orang tewas, sebagian...
Resolusi 2712 Dewan Keamanan PBB menyerukan jeda dan koridor kemanusiaan yang mendesak dan diperpanjang di seluruh Jalur Gaza "selama beberapa hari" untuk memungkinkan akses kemanusiaan secara penuh, cepat, aman, dan tanpa hambatan.
PBB (Xinhua) – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (15/11) mengadopsi sebuah resolusi yang menyerukan jeda dan koridor kemanusiaan yang mendesak dan diperpanjang di Gaza.Resolusi 2712 Dewan Keamanan PBB menyerukan jeda dan koridor kemanusiaan yang mendesak dan diperpanjang di seluruh Jalur Gaza "selama beberapa hari" untuk memungkinkan akses kemanusiaan secara penuh, cepat, aman, dan tanpa hambatan; memfasilitasi penyediaan barang dan jasa penting yang berkelanjutan, mencukupi, dan tanpa hambatan di seluruh Gaza, termasuk air, listrik, bahan bakar, makanan, dan pasokan medis, serta perbaikan darurat terhadap infrastruktur penting; dan untuk memungkinkan upaya penyelamatan dan pemulihan yang mendesak, termasuk untuk anak-anak yang hilang di balik bangunan yang rusak dan hancur, dan juga evakuasi medis terhadap anak-anak yang sakit atau terluka serta pengasuh mereka.Resolusi tersebut mendapat dukungan 12 dari 15 anggota dewan. Inggris, Rusia, dan Amerika Serikat memilih abstain.Resolusi ini meminta semua pihak untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, terutama yang berkaitan dengan perlindungan warga sipil, khususnya anak-anak.Sebelum pemungutan suara mengenai draf resolusi yang dirancang oleh Malta, Rusia mengajukan amendemen lisan, yang kembali menyerukan "gencatan senjata kemanusiaan segera, jangka panjang, dan berkelanjutan yang mengarah pada penghentian pertikaian," sebuah pernyataan yang terkandung dalam resolusi Majelis Umum PBB yang diadopsi pada 27 Oktober lalu dalam sebuah sesi khusus darurat.Amendemen lisan tersebut gagal diadopsi karena tidak mendapat cukup dukungan suara.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kebun Raya Jagatnatha lestarikan adat, jaga kesehatan
Indonesia
•
09 Dec 2019

Tingkat stres di Jerman capai rekor tertinggi di tengah meningkatnya tekanan pribadi dan krisis global
Indonesia
•
28 Nov 2025

Mengunjungi pabrik tua yang disulap jadi objek wisata populer di China tengah
Indonesia
•
08 Aug 2023

COVID-19 – Kasus rawat inap dan kematian di Los Angeles lampaui angka musim dingin tahun lalu
Indonesia
•
20 Dec 2022


Berita Terbaru

Meta dan YouTube dinyatakan bertanggung jawab terkait kecanduan media sosial di AS
Indonesia
•
27 Mar 2026

Menuju Olimpiade Los Angeles 2028: Atlet transgender dilarang ikut kompetisi perempuan
Indonesia
•
27 Mar 2026

Queensland di Australia akan larang anak di bawah 16 tahun kendarai perangkat ‘e-mobility’
Indonesia
•
25 Mar 2026

Badan Pengawas Obat AS tarik hampir 90.000 botol ibuprofen anak secara nasional
Indonesia
•
21 Mar 2026
