Netanyahu setujui rencana operasi militer di Rafah, tolak tuntutan Hamas

Orang-orang terlihat di sebuah bangunan yang hancur di Kota Rafah di Jalur Gaza selatan pada 12 Maret 2024. (Xinhua/Khaled Omar)
Rencana operasi militer Israel di Kota Rafah di Gaza selatan disetujui Netanyahu, dan dia menolak tuntutan Hamas terkait pembebasan sandera dengan pelepasan tahanan Palestina sebagai imbalan.
Yerusalem, Israel (Xinhua) – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada Jumat (15/3) menyetujui sebuah rencana dari Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) untuk operasi di Kota Rafah di Gaza selatan dan menolak tuntutan Hamas terkait pembebasan sandera dengan pelepasan tahanan Palestina sebagai imbalan, menurut kantor Netanyahu.Dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan kabinet perang, Netanyahu mengatakan tuntutan Hamas "masih tidak masuk akal."
Seorang gadis berupaya mendapatkan bantuan makanan di Kota Rafah di Jalur Gaza selatan pada 14 Maret 2024. (Xinhua/Khaled Omar)
Seorang pria berdiri di antara reruntuhan bangunan di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 15 Maret 2024. Jumlah warga Palestina yang tewas di Jalur Gaza akibat serangan Israel yang masih berlangsung telah bertambah menjadi 31.490 orang, demikian disampaikan oleh Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas dalam sebuah pernyataan pers pada Jumat (15/3). (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Rusia sesalkan keputusan DK PBB terkait investigasi ledakan Nord Stream
Indonesia
•
29 Mar 2023

Arab Saudi akan tetapkan negara yang diizinkan umroh
Indonesia
•
28 Sep 2020

University of London tegaskan kembali gelar doktoral Presiden Tsai
Indonesia
•
05 Feb 2022

PBB tunjuk diplomat Belanda Sigrid Kaag sebagai koordinator kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza
Indonesia
•
09 Jan 2024
Berita Terbaru

Pakistan lancarkan serangan udara terhadap berbagai fasilitas Taliban di Afghanistan
Indonesia
•
01 Mar 2026

Hillary Clinton bersaksi dirinya "tidak tahu" soal kejahatan Epstein
Indonesia
•
01 Mar 2026

Pertemuan darurat OKI tolak perluasan permukiman Israel
Indonesia
•
01 Mar 2026

Alasan risiko keamanan, AS izinkan staf nonesensial kedubes tinggalkan Israel
Indonesia
•
01 Mar 2026
